<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99752">
 <titleInfo>
  <title>THE INDONESIA EXPORT RESTRICTION ON MEDICAL SUPPLIES DURING COVIED-19 PANDEMIC.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WAHYUNI SAFITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan akan perbekalan kesehatan untuk penanganan pandemi Covid-19 menuntut sangat tinggi dan ekspor perbekalan kesehatan masih ada sehingga langka sejak tahun 2020. Untuk menangani situasi tersebut, Indonesia sebagai anggota World Trade Organization (WTO) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Kemendag) No. 23 Tahun 2020 jo. (Permendag) No. 34 Tahun 2020 tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker. Peraturan tersebut berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2020. Selama langkah-langkah ini, kekurangan regulasi Internasional sangat mencolok, Namun, General Agreement on Tariff and Trade 1994 (GATT) adalah salah satu kesepakatan WTO yang masih belum ada dalam memberikan langkah-langkah terpadu internasional untuk menangani kelangkaan obat-obatan selama pandemi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi regulasi pembatasan ekspor perbekalan kesehatan Indonesia dan untuk mengetahui justifikasi regulasi internasional tentang penerapan pembatasan ekspor perbekalan kesehatan Indonesia selama Covid-19 tahun 2020.&#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer adalah penelitian legislasi dan kasus hukum dan data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Semua data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan Sejak Covid-19 menyebar di Indonesia, Menteri Perdagangan mengikuti prosedur kebijakan dari sekretariat WTO, dan pembatasan ekspor Indonesia dapat dibenarkan berdasarkan GATT 1994 Pasal XI:2(a), XX(b), XX( j), dan XXI.&#13;
Indonesia harus melakukan koordinasi lebih lanjut dalam kebijakan nasional dan internasional mengenai ketersediaan juga kebutuhan produk perbekalan kesehatan terkait Covid-19 atau keadaan darurat lainnya, untuk mencegah kelangkaan di masa mendatang dan WTO harus meninjau kembali penerapan pembatasan ekspor masing-masing anggota.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMERCIAL LAW</topic>
 </subject>
 <classification>346.07</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99752</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-13 13:00:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-14 11:15:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>