<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99721">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS BIJI KAKAO MENGGUNAKAN LASER-INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) STUDI KASUS KAKAO PIDIE JAYA, ACEH, INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HUSNA AJRINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis biji kakao menggunakan laser induced breakdown spectroscopy (LIBS) dengan mengidentifikasi elemen-elemen yang terkandung dalam biji kakao. Sampel biji kakao yang digunakan berasal dari Pidie Jaya, Aceh, Indonesia. Sampel ada yang diberi perlakuan berupa fermentasi dan tanpa fermentasi. Untuk pengujian dengan LIBS, sampel biji kakao dibuat dalam bentuk pelet. Ukuran partikel biji kakao yang digunakan dalam pembuatan pelet divariasikan. Pembangkitan plasma pada sampel dilakukan dengan laser Nd-YAG sebagai sumber eksitasi plasma dengan energi berkas laser 23 mJ, lensa pemfokus (f = + 15 cm), dan sebuah detektor optik (optical multichannel analyser, OMA system) yang terdiri dari spektometer (Andor Mechelle ME 5000) dan intensified charged couple device (ICCD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran partikel sampel sangat mempengaruhi sinyal spektrum emisi yang terdeteksi yang terlihat dari intensitas sinyal elemen yang terdeteksi lebih tinggi pada ukuran partikel 210 µm (ayakan 70 mesh) dibandingkan dengan 842 µm (ayakan 20 mesh). Hasil pengukuran memperlihatkan bahwa LIBS mampu mendeteksi unsur-unsur organik utama ( C, H, O, N ) maupun unsur anorganik (Mg, Ca, K, Al). Jumlah elemen yang dapat dideteksi dengan LIBS jauh lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan EDX. Hasil pengukuran menggunakan LIBS juga menunjukkan dengan jelas bahwa intensitas emisi unsur anorganik pada biji kakao fermentasi lebih tinggi dibandingkan dengan kakao non fermentasi. Hal ini memperlihatkan bahwa LIBS menjadi teknik analitik yang tepat dan efisien untuk analisis biji kakao.&#13;
Kata kunci: Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS), Energy Dispersive X-Ray, Biji kakao, Unsur&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CACAO</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SPECTROSCOPY - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>535.84</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99721</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-12 09:00:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-13 11:25:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>