<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99717">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI PADA SUBKULTURRNNILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REZA SAFITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Teknik kultur jaringan merupakan salah satu metode dalam perbanyakan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) sebagai zat pengatur tumbuh alami pada subkultur nilam aceh (Pogostemon cablin Benth.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala dari Bulan Januari sampai Bulan Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari PK+ (Media MS+BAP 1,5 mg/L dan NAA 0,6 mg/L), P0 (Media MS 0), P1 (Media MS+Ekstrak kecambah kacang hijau 4 ml/L), P2 (Media MS+Ekstrak kecambah kacang hijau 6 ml/L), P3 (Media MS+Ekstrak kecambah kacang hijau 8 ml/L), P4 (Media MS+Ekstrak kecambah kacang hijau 10 ml/L) dan P5 (Media MS+Ekstrak kecambah kacang hijau 12 ml/L). Pengamatan dilakukan selama 35 HST dengan parameter yang diukur adalah tinggi planlet, jumlah daun, jumlah tunas dan jumlah akar. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji homogenitas dan dilanjutkan dengan uji non-parametrik yaitu uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah memberikan pengaruh yang sama terhadap jumlah daun, jumlah tunas dan jumlah akar. Sedangkan terhadap tinggi planlet menunjukkan pengaruh yang tidak sama (berbeda). Berdasarkan hasil rataan konsentrasi ekstrak kecambah sebanyak 8 ml/L merupakan konsentrasi optimal yang menghasilkan rata-rata tinggi planlet, jumlah tunas dan jumlah daun terbanyak. Penambahan ekstrak kecambah kacang hijau sebanyak 6 ml/L merupakan konsentrasi paling optimal terhadap parameter jumlah akar terbanyak .   &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kecambah kacang hijau, Media Murashige&amp;Skoog (MS), Nilam (Pogostemon cablin Benth.), BAP dan NAA. &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99717</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 20:25:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-12 09:47:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>