<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99669">
 <titleInfo>
  <title>SISTEM PENGADAAN BAHAN BAKU PADA PRODUKSI MINUMAN KOPI BUAH “FRUITY COFFE” DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Adinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (D3)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
Industri kopi “Fruity Coffee” merupakan salah satu industri yang mengelola kopi di daerah Banda Aceh yang telah berproduksi untuk mengembangkan usahanya, disaat persediaan bahan baku belum memadai. Kendala yang dihadapi oleh industri ini, yaitu sulitnya untuk memperoleh bahan baku. Perencaan persediaan meliputi keputusan tentang kapan harus melakukan pemasaran terhadap suatu item yang harus dipesan, dengan memperhitungkan pula akan sarana dan prasarana, serta biaya yang diperlukan selama periode pemasaran persediaan dilakukan. Pengendalian persediaan bahan baku akan memberikan dampak positif untuk mendukung kelancaran proses produksi dalam peningkatakan keuntungan perusahaan. Industri kopi “Fruity Coffee” memiliki masalah pada persediaan bahan baku kopi, dengan ini penelitian tertarik mengambil judul dengan manajemen stok bahan baku industri.&#13;
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jumlah bahan baku untuk persedian bahan baku dan untuk mengetahui total biaya bahan bku kopo pada prodksi “Fruity Coffee”. Penilitian ini menggunakan perhitungan garis lurus. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa biaya bahan baku tetap/bahan baku tidak habis pakai dan biaya penyusutan untuk memproduksi minuman Fruity Coffee yang dapat digunakan kembali untuk produksi sebesar Rp. 668.500. Dalam memproduksi minuman Fruity Coffee mesin Grinder Coffee menjadi alat dengan biaya penyusutan paling besar Rp. 516.500. Hal di dikarenakan mesin Grinder Coffee yang digunakan harus diservis secara berkala setiap tahunnya. Selain itu, timbangan kopi menjadi salah satu alat dengan penyusutan yang besar dalam memproduksi minuman Fruity Coffee. Timbangan yang digunakan bukan timbangan biasa pada umumnya dimana timbangan ini bersifat digital. Hal ini menyebabkan biaya penyusutan yang lumayan besar selain dari mesin Grinder Coffee.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL INDUSTRI</topic>
 </subject>
 <classification>338.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99669</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-06 22:29:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-21 10:35:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>