<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99575">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI GEMPA PINTAR BERBASIS ESP32</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAFIZ ISNAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas pengembangan sebuah sistem pendeteksi gempa yang diintegrasikan dengan sistem pencahayaan berbasis IoT. Penambahan sistem pencahayaan berbasis IoT sangat berguna apabila gempa bumi terjadi di malam hari saat kondisi ruangan gelap. Sensor MPU6050 digunakan untuk mendeteksi pergerakan tanah yang dihasilkan oleh gempa bumi. Data dari sensor tersebut selanjutnya diolah oleh mikrokontroler berbasis ESP32 yang terhubung ke dalam jaringan nirkabel lokal. Ketika getaran gempa bumi terdeteksi, perangkat akan mengeluarkan bunyi peringatan sesuai dengan tingkat bahaya yang akan diakibatkan oleh gempa bumi dan secara bersamaan menyalakan sistem pencahayaan berbasis IoT yang telah dihubungkan ke dalam jaringan. Penelitian ini menghasilkan perangkat yang mampu memberikan tiga jenis peringatan bunyi dan dua indikator warna lampu berdasarkan tingkat bahaya akibat gempa yang terjadi dengan kesalahan pengukuran terbesar yaitu 4,13%. Perangkat yang direalisasikan juga mengonsumsi sedikit energi listrik yaitu sebesar 0,78W selama beroperasi sehingga dapat dinyalakan secara terus-menerus tanpa khawatir akan lonjakan tagihan listrik per bulan. Dengan adanya pengembangan ini, diharapkan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses evakuasi secara mandiri sehingga dapat meminimalisir jumlah korban yang diakibatkan oleh keterlambatan proses evakuasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ELETRICAL SYSTEMS - AUTOMOTIVE</topic>
 </subject>
 <classification>629.254</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99575</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-01 10:11:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-24 10:26:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>