<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99567">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) DENGAN HIDROPONIK WICK SYSTEM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NUR FAJRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MIPA-BIOLOGI</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dan dapat memanfaatkan lahan yang kecil. Sistem hidroponik membutuhkan nutrisi yang cukup pada media tanam. Salah satu sumber nutrisi yang dapat digunakan adalah limbah cair tahu. L. Sativa dapat dibudidayakan secara hidroponik karena memiliki waktu tumbuh yang relatif singkat sehingga mudah diamati kebutuhan nutrisi dan pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil fermentasi limbah cair tahu menggunakan EM4 dan menentukan konsentrasi yang sesuai untuk media tanam L. Sativa secara hidroponik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sistem penanaman menggunakan metode wick system dan terdapat lima perlakuan dengan empat ulangan yaitu; P0 (air 2000 mL), P1 (limbah cair tahu 1000 mL dalam 1000 mL air), P2 (limbah cair tahu + EM4 2000 mL) P3 (limbah cair tahu + EM4 1000 mL dalam air 1000 mL), dan P4 (limbah cair tahu + EM4 500 mL dalam air 1500 mL) pengamatan dilakukan selama 35 hari. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji homogenitas dan dilanjutkan dengan uji non-parametrik yaitu uji Kruskal-Wallis pada parameter jumlah daun, lebar daun dan panjang daun, sedangkan uji parametrik dilanjutkan dengan uji ANOVA pada parameter panjang akar utama dan berat basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi limbah cair tahu menggunakan EM4 memberikan pengaruh yang beda terhadap ukuran lebar dan panjang daun tanaman  L. Sativa, akan tetapi memberikan pengaruh yang sama terhadap jumlah daun. Pertumbuhan panjang akar utama menunjukkan ada perbedaan yang nyata, sedangkan berat basah tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Oleh karena itu, perlakuan P4 dengan konsentrasi EM4  500 mL + air 1500 mL dapat digunakan sebagai alternatif media hidroponik.&#13;
&#13;
Kata Kunci : EM4, Hidroponik, Limbah cair tahu, Selada.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HYDROPONICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LETTUCE - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <classification>631.585</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99567</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-31 16:14:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-22 10:45:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>