<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99553">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KOMBINASI KONSENTRASI BENZYLAMINOPURINE (BAP) DAN NAPHTHALENEACETIC ACID (NAA) SERTA ARANG AKTIF TERHADAP INISIASI NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADA NISRINA MAULIDYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman aromatik penghasil minyak atsiri yang dikenal dengan minyak nilam (patchouli oil). Kendala saat ini terhadap penyediaan minyak nilam dunia adalah penurunan produksi minyak nilam yang salah satunya disebabkan oleh terbatasnya bibit tanaman nilam di pasaran. Teknik kultur jaringan dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi bibit tanaman nilam. Oleh sebab itu, dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa konsentrasi arang aktif pada media inisiasi serta memperoleh kombinasi konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang paling optimal untuk media inisiasi eksplan nilam aceh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial tiga faktor yang terdiri dari 100 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini terdiri dari 3 faktor yaitu Benzylaminopurine (BAP) dengan 5 taraf , Naphthaleneacetic Acid (NAA) dengan 5 taraf dan arang aktif dengan 4 taraf. Pengamatan dilakukan selama 35 HST dengan parameter persentase eksplan yang mengalami browning dan persentase eksplan pembentuk kalus. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji homogenitas dan dilanjutkan dengan uji non-parametrik yaitu uji Kruskal-Wallis. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian ZPT BAP, NAA dan arang aktif menunjukkan hasil yang sama terhadap persentase eksplan yang mengalami browning. Pemberian ZPT BAP dan NAA juga menenjukkan hasil yang sama terhadap parameter persentase eksplan pembentuk kalus, sedangkan arang aktif menunjukkan hasil yang tidak sama (berbeda). &#13;
Kata kunci: Pogostemon cablin Benth., BAP, NAA, Arang Aktif, Browning, Inisiasi, Kalus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99553</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-31 14:29:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-31 14:51:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>