<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99535">
 <titleInfo>
  <title>PERAN PLATELET RICH PLASMA TERHADAP PERBAIKAN FUNGSI MOTORIK PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) PASCA CEDERA SARAF TEPI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Andi Muttaqien</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Pendidikan Dokter Spesialis</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Cedera saraf tepi masih menjadi masalah global dan dapat mengakibatkan kecacatan. Cedera saraf tepi disebabkan berbagai etiologi, traumatis maupun nontraumatik. Nervus Ischiadicus ialah salah satu saraf perifer yang paling umum cedera akibat trauma. Cedera saraf tepi traumatik dapat menyebabkan iskemia saraf sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi saraf seperti defisit motorik. Platelet Rich Plasma (PRP) mengandung faktor pertumbuhan yang dapat menginduksi penyembuhan dan regenerasi jaringan saraf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PRP dalam mengoptimalkan fungsi motorik setelah cedera saraf dengan menilai perbaikan fungsi motorik&#13;
Metode: Dua puluh lima tikus dibagi menjadi satu kelompok sham operation dan empat kelompok cedera saraf. Kelompok cedera saraf terdiri dari kelompok salin (n=5), sedangkan kelompok perlakuan terdiri dari PRP lokal (n=5), PRP intraperitoneal (n=5), PRP intraperitoneal + PRP lokal (n=5). Area cedera nervus ischiadicus kelompok salin dibungkus dengan gelatin sponge yang direndam dengan 0,2 ml larutan saline 0,9% sedangkan area cedera nervus ischiadicus kelompok perlakuan dibungkus dengan gelatin sponge yang direndam dengan 0,2 ml PRP dan diberikan PRP secara intraperitoneal lima menit setelah proses cedera. Penilaian fungsi motorik dengan mengukur tes Ekstensor Postural Thrust (EPT) dan Toe Out Angel (TOA).&#13;
Hasil: Uji EPT dan TOA pada minggu ke 4 menunjukkan rerata defisit motorik pada kelompok yang diberikan PRP lokal dan intraperitoneal lebih rendah dibandingkan dengan kelompok lainnya, perbedaan antara rerata defisit motorik pada kelompok yang diberikan PRP dan kelompok salin (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99535</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-31 10:51:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-31 10:54:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>