<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99530">
 <titleInfo>
  <title>PREVALENSI GEJALA TEMPOROMANDIBULAR DISORDER  MENGGUNAKAN FONSECA’S QUESTIONNAIRE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HOFIFAH HAFNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Temporomandibular disorder (TMD) merupakan sekelompok tanda dan gejala yang berhubungan dengan wilayah orofasial yang biasanya melibatkan temporomandibular joint, oklusi dan otot pengunyahan. Etiologi TMD adalah hal yang multifaktorial dan kompleks. Gejala dan tanda TMD terdiri dari sindrom dan keadaan yang berbeda-beda. Hal itu dapat menyebabkan terganggunya aktivitas penderita akibat sakit yang dideritanya sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan penelitian adalah untuk menilai prevalensi gejala temporomandibular disorder menggunakan Fonseca’s questionnaire pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala, Metode penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional study. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 157 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi TMD pada 157 mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala menggunakan Fonseca’s questionnaire dengan persentase 50,3% bebas TMD, 42% TMD ringan, 7,6% TMD sedang, 0% TMD parah. Prevalensi gejala TMD dengan 10,2% laki-laki dan  40,1% perempuan yang termasuk kategori bebas TMD, 5,1% laki-laki dan 36,9% perempuan mengalami TMD ringan, 0% laki-laki dan 7,6% perempuan mengalami TMD sedang dan 0% laki-laki dan perempuan mengalami TMD parah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu prevalensi bebas gejala TMD lebih tinggi daripada kasus gejala TMD ringan dan sedang yang ditemukan pada populasi mahasiswa kedokteran gigi Universitas Syiah Kuala.&#13;
&#13;
Kata kunci: Temporomandibular disorder, fonseca’s questionnaire, Mahasiswa kedokteran gigi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99530</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-31 10:12:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-31 10:29:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>