<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99506">
 <titleInfo>
  <title>KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS DIRNTEMPAT WISATARN(ANALISIS GREEN POLITICS TERHADAP DAERAH WISATA PANTAI ULEERNLHEUE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAULA RIVADA R</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan wisata Pantai Ulee Lheue merupakan salah satu kawasan pengembangan&#13;
kawasan wisata yang tertuang dalam Qanun RTRW Kota Banda Aceh Tahun 2009-&#13;
2029. Kawasan wisata ini mengalami kerusakan lingkungan akibat adanya&#13;
pembuangan sampah yang sembarangan bahkan sampai membuang sampah ke&#13;
pantai. Pada kawasan ini juga adanya bangunan dan semi bangunan yang dibangun&#13;
melebihi garis sempadan pantai kawasan rawan bencana tsunami yang telah&#13;
ditetapkan dalam Qanun RTRW Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah&#13;
untuk mengetahui Qanun RTRW Kota Banda Aceh terkait sempadan pantai yang&#13;
tidak sepenuhnya diimplementasikan sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan&#13;
lingkungan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Green Politics dan&#13;
Kebijakan Publik. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif&#13;
kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi dan observasi.&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah pemerintah kota tidak dapat bergerak bebas untuk&#13;
melakukan pengembangan kawasan wisata karena adanya klaim kepemilikan tanah&#13;
oleh pemilik tanah sebelum tsunami yang dimana wilayah tersebut menjadi&#13;
sempadan pantai pada saat setelah tsunami. Wilayah sempadan pantai ini dibangun&#13;
bangunan semi permanen dan permanen oleh pemilik dan pengelola tanah untuk&#13;
tempat tinggal dan berdagang. Hal tersebut membuat pengunjung dan pelaku usaha&#13;
dengan mudah membuang sampah ke pantai sehingga wilayah Pantai Ulee Lheue&#13;
mengalami kerusakan lingkungan. Perspektif dari masyarakat yang menganggap&#13;
bahwa di kawasan Ulee Lheue lebih sering terjadi permasalahan pelanggaran syariat&#13;
islam dari pada lingkungan juga membuat permasalahan lingkungan terabaikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99506</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-30 14:09:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-30 14:45:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>