<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99480">
 <titleInfo>
  <title>PENANGANAN PENGUNGSI ROHINGYA BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN NO 125 TAHUN 2016 OLEH PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE PADA TAHUN 2020</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNAHUL LIZANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penelitian ini  bertujuan untuk  mengetahui  bagaimana penanganan &#13;
pengungsi  Rohingya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota &#13;
Lhokseumawe. Meskipun Indonesia bukan merupakan negara &#13;
resettlement country karena tidak mengkonversi Konvensi Jenewa 1951, &#13;
namun Indonesia tetap peduli terhadap nasib dari pengungsi dari luar &#13;
negeri yang masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini terlihat dengan adanya &#13;
Peraturan Presiden No 125 tahun 2016. Pemerintah Kota Lhokseumawe &#13;
merupakan implementator dari Peraturan Presiden ini karena terdapat &#13;
pengungsi Rohingya dalam wilayah mereka. Penanganan pengungsi &#13;
Rohingya kali ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota &#13;
Lhokseumawe dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Penelitian ini &#13;
menggunakan teori Implementasi Kebijakan Edward III sebagai alat &#13;
untuk membedah fenomena ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan &#13;
kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanganan pengungsi &#13;
Rohingya oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe belum berjalan &#13;
maksimal. Faktor utama penghambat adalah ketidaktersediaan anggaran &#13;
oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk menangani pengungsi &#13;
Rohingya. Faktor lainnya adalah adanya pandemi Covid-19, adanya &#13;
indikasi penumpang gelap, sehingga Pemerintah Kota Lhokseumawe &#13;
sulit untuk mengambil keputusan apakah akan membawa pengungsi &#13;
tersebut ke daratan atau tidak. &#13;
 &#13;
Kata Kunci : Peraturan Presiden, Pengungsi Rohingya, Penanganan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REFUGEES</topic>
 </subject>
 <classification>305.906 914</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99480</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-29 16:58:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-30 11:46:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>