<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99363">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK DAUN BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA LAM.) TERHADAP KEKUATAN TRANSVERSAL DAN ELONGASI RESIN AKRILIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadia Melfany</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteraan Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Resin akrilik merupakan material kedokteran gigi yang digunakan sebagai basis gigi tiruan. Dalam aplikasi klinis, resin akrilik akan beradaptasi dengan lingkungan rongga mulut dan menyebabkan menempelnya mikroorganisme sehingga resin akrilik perlu dibersihkan secara berkala. Resin akrilik dapat dibersihkan secara mekanik dan kimiawi. Agen kimia pembersih resin akrilik dapat menyebabkan perubahan sifat fisik dan mekanik, sehingga dibutuhkan agen baru yang dapat menjadi alternatif agen pembersih resin akrilik. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) terhadap kekuatan transversal dan elongasi resin akrilik. Sebanyak 18 spesimen resin akrilik heat-cured (65 x 10 x 2,5 mm) dibagi menjadi 6 kelompok berdasarkan perlakuan perendaman dengan ekstrak daun bidara 4,5%, 20%, 60%, polident, akuades, serta tanpa perlakuan. Perendaman dilakukan selama 3 menit pada suhu ruang dan 7 menit sesuai kondisi rongga mulut dengan suhu 37oC sebanyak 36 siklus. Spesimen dilakukan uji kekuatan transversal dan elongasi dengan menggunakan Universal Testing Machine. Hasilnya menunjukkan ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritana Lam.) memiliki pengaruh terhadap kekuatan transversal dan elongasi resin akrilik heat-cured. Nilai kekuatan transversal dan elongasi resin akrilik pada kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol namun secara statistik dengan uji one way ANOVA menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p&gt;0,05). Berdasarkan konsentrasi, kekuatan transversal resin akrilik dengan perendaman ekstrak daun bidara pada konsentrasi 4,5% memiliki nilai terendah dan konsentrasi 20% memiliki nilai tertinggi. Sedangkan elongasi tertinggi pada konsentrasi 4,5% dan menurun seiring peningkatan konsentrasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-28 13:11:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-28 14:33:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>