<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99273">
 <titleInfo>
  <title>KETAHANAN BETON MUTU TINGGI BERSERAT KACA MENGGUNAKAN TANAH DIATOMAE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP SUHU TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMATHALIA LAIYINA NASYTHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton pada dasarnya tidak tahan terhadap suhu yang tinggi. Pemanasan pada suhu tinggi yang dialami beton akan mengakibatkan perubahan sifat-sifat beton. Berdasarkan penelitian Fadillah (2020), penggunaan tanah diatomae 10% dari berat semen sebagai substitusi sebagian semen pada beton mutu tinggi (BMT) yang dibakar pada suhu 400˚C, 500˚C dan 600˚C dapat mempertahankan kuat tekan beton berturut-turut sebesar 98,87%, 96,48% dan 75,89%. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan dari penelitian tersebut dengan menambahan serat kaca pada campuran beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ketahanan dan perubahan yang akan terjadi pada BMT menggunakan tanah diatomae sebagai substitusi sebagian semen dan penambahan serat kaca terhadap suhu tinggi. Pada penelitian ini digunakan serat kaca dengan variasi 0,0%, 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 0,8% dari volume beton. Variasi tanah diatomae yang digunakan pada penelitian ini adalah 0% dan 10% dari berat semen. Penelitian ini dibatasi dengan faktor air semen 0,3 dan penambahan superplasticizer 1,5% dari berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus berukuran 50 mm × 50 mm × 50 mm.  Setiap variasi memerlukan 3 buah benda uji, sehingga total terdapat 120 benda uji. Untuk mengetahui ketahanan benda uji, benda uji akan dibakar pada suhu tinggi sebesar 400˚C, 500˚C dan 600˚C setelah beton dirawat dalam air selama 28 hari. Setelah dilakukan pembakaran beton akan dilakukan pengamatan secara fisik dan pengujian secara mekanik. Hasil penelitian menunjukkan semakin bertambahnya persentase serat, maka persentase kehilangan massa semakin besar. Semakin bertambahnya persentase serat nilai kuat tekan semakin berkurang. Penambahan serat kaca 0,6% pada BMT dengan 10% tanah diatomae sebagai pengganti sebagian semen mendapatkan nilai persentase ketahanan kuat tekan setelah pembakaran yang paling optimum yaitu sebesar 103,858%, 101,759% dan 76,296%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>624.183 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99273</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 19:48:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-12 14:22:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>