<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99229">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KOMPOS LIMBAH NILAM TERHADAP SIFAT KIMIA INCEPTISOL JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNA BELLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Inceptisol Jantho merupakan ordo tanah yang sedang berkembang yang memiliki kesuburan rendah seperti pH masam, kandungan N, P, dan K rendah, kandungan Al tinggi dan KB yang rendah, serta bahan organik dan KTK yang sedang.  Dari permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penambahan bahan organik yaitu kompos dari limbah ampas nilam. Penggunaan kompos ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Dikarenkan limbah ampas nilam yang sudah menjadi kompos memiliki kandungan hara yang tinggi yaitu N 0,52%, P 0,77%, K 1,19% dan C 9,13%, sehingga dapat menyumbang unsur hara ke dalam tanah. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian kompos limbah nilam terhadap perubahan sifat kimia pada Inceptsiol Jantho Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan terdiri dari: K0 (Kontrol), K1 (5 ton kompos/ha), K2 (10 ton/ha), K3 (15 ton/ha), dan K4 (20 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pmberian kompos nilam belum menunjukkan pengaruh nyata kecuali pada sifat kimita N-total, P-total, dan K-dd tanah. Peningkatan N-total berkisar antara 0,03% - 0,09%, pada P-total terjadi peningkatan sebesar 0,50% - 0,64%, sedangkan K-dd mengalami peningkatan sebesar 0,28 cmol kg-1, terjadi pada 60 hari masa inkubasi (HSI).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL FERTILITY</topic>
 </subject>
 <classification>631.422</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99229</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 12:59:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-07 10:35:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>