<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99201">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI  SMART CITY UNTUK MEMAJUKAN PEREKONOMIAN KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>URT PERUMAHAN CINTA KASIH, GAMPONG PANTERIEK)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ridha Mafdhul</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Smart city merupakan strategi pembangunan dan manajemen perkotaan yang dirancang untuk membantu berbagai kegiatan dan memberikan kemudahan informasi kepada masyarakat. Sejak tahun 2017, Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengambil dengan menerapkan sistem perencanaan berbasis elektronik guna mendorong pengembilan kebijkan dan menciptakan birokrasi yang transparan dan partisipatif. Selain itu, Banda Aceh merupakan kota perdagangan dan jasa memiliki potensi ekonomi mikro yang berkembang dengan signifikan dengan pertumbuhan sektor UMKM mencapai 25% per tahun dan menjadi tulang punggung perekonomian kota (Bappeda Kota Banda Aceh, 2019).  Potensi ini harus didorong dengan pemanfaatan sarana teknologi dan informasi serta digital untuk mencapai skala ekonomi yang lebih baik. Oleh karena itu, implementasi smart city Banda Aceh diharapkan dapat terus tumbuh untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Fokus penelitian yakni implementasi smart city Kota Banda Aceh dan peran smart economy dalam meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya URT di Gampong Panteriek. Dengan menggunakan metode kualitatif yang melibatkan pihak pemerintah, 23 pelaku usaha rumah tangga, dan praktisi digital marketing, menunjukkan hasil bahwa pembangunan dan pengelolaan smart city sudah dilakukan secara optimal dari segi pemerintahan. Akan tetapi, penerapan yang dilakukan masih belum maksimal karena faktor sumber daya manusia yang masih terbatas dari pemerintah dan pengguna. Disisi lain, pertumbuhan kelompok usaha dan dukungan fasilitas internet memberikan peluang yang besar untuk pengembangan smart economy  dengan mengoptimalkan dukungan pembiayaan hingga pengembangan marketplace untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.&#13;
Kata Kunci: Smart City,Smart Economy, URT, Banda Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99201</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 10:42:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 10:58:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>