<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99197">
 <titleInfo>
  <title>SIFAT FISIKA TANAH PADA LAHAN GAMBUT YANG TERKONVERSI MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PT. NAFASINDO KABUPATEN ACEH SINGKIL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nelli Sandra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nelli Sandra. 1605108010019. Sifat Fisika Tanah pada Lahan Gambut yang Terkonversi&#13;
Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di PT. Nafasindo Kabupaten Aceh Singkil, dibimbing&#13;
oleh Syakur sebagai ketua dan Manfarizah sebagai anggota.&#13;
RINGKASAN&#13;
Indonesia memiliki luas lahan gambut yang diperkirakan sebesar 21 juta ha yang&#13;
terpusat pada tiga pulau besar yaitu Sumatra &#13;
(35%&#13;
), Kalimantan &#13;
(32%&#13;
), Papua &#13;
(30%&#13;
) dan&#13;
Pulau lainnya &#13;
(3%&#13;
) &#13;
(Wahyunto dan Haryanto, 2005). Gambut terbentuk dari timbunan&#13;
sisa-sisa tanaman yang telah mati, baik yang sudah lapuk maupun yang belum. Timbunan&#13;
terus bertambah karena proses dekomposisi terhambat oleh kondisi anaerob dan kondisi&#13;
lingkungan lainnya yang menyebabkan rendahnya tingkat perkembangan biota pengurai.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Lahan Gambut dan untuk&#13;
mengetahui sifat fisika tanah pada lahan gambut yang terkonversi menjadi perkebunan&#13;
kelapa sawit.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Singkil yaitu pada PT. Nafasindo&#13;
dengan luas 5.074,08 ha. Secara geografis kabupaten Aceh Singkil terletak di sebelah&#13;
selatan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yaitu antara 2º0’2” - 2º36’40” Lintang Utara&#13;
dan 97º04’54” - 98º11’47” Bujur Timur, dimana gambut tersebut terletak antara&#13;
Kecamatan Singkil dan Singkil Utara dengan nama kebun yaitu kebun kota bahagia dan&#13;
kebun kota aman dengan luas 2.786,80 ha dan 2.287,28 ha. Luas lahan yang ditanami&#13;
kelapa sawit yaitu 1.725,00 ha dan 1.470,80 ha.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei deskriptif.&#13;
Parameter yang dianalisis terdiri dari pengamatan lapangan dan analisis laboratorium.&#13;
Pengamatan lapangan yaitu tingkat kematangan gambut, kedalaman gambut, penurunan&#13;
permukaan tanah &#13;
(subsidence&#13;
), warna tanah, daya menahan beban &#13;
(bearing capacity&#13;
)dan&#13;
sifat kering tak balik &#13;
(irreversible drying&#13;
). Analisis laboratorium yaitu berat isi &#13;
(bulk&#13;
density&#13;
) dan kadar air &#13;
(water holding capacity&#13;
). Pengambilan sampel tanah dilakukan&#13;
secara random berdasarkan pada tingkat umur tanaman kelapa sawit, pengambilan sampel&#13;
dilakukan dengan cara pengeboran dan menggunakan ring sampel dititik-titik yang telah&#13;
ditentukan berdasarkan peta kerja. Pengambilan sampel berdasarkan pada tahun tanam&#13;
yaitu: pada tahun 2004, 2006, 2008, 2010 dan 2013. Dimana pada setiap tahun tanamnya&#13;
diambil masing-masing tiga sampel tanah utuh dan tanah terganggu.&#13;
Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa tingkat kematangan gambut di PT.&#13;
Nafasindo pada setiap tahun tanam rata-rata tergolong pada kematangan saprik dan hemik&#13;
dengan kedalaman yang tergolong sedang dan dalam, dan setiap tahun tanam telah&#13;
mengalami subsidence yang ditandai dengan akar yang muncul dipermukaan tanah. pada&#13;
hasil pengamatan lapangan warna tanah gambut pada setiap tahun tanam memiliki warna&#13;
yang berbeda dan memiliki daya menahan beban sedang dan tinggi berdasarkan tingkat&#13;
kematangan gambut. Pada setiap tahun tanam masih belum mengalami sifat kering tak&#13;
balik dimana gambut tersebut masih bisa menyerap air. Pada hasil analisis laboratorium&#13;
bulk density tertinggi terdapat pada lahantahun tanam 2004 dengan nilai rata-rata yaitu 0,58&#13;
g cm&#13;
-3&#13;
dan terendah pada lahan tahun tanam 2013 dengan nilai rata-rata yaitu 0,34 g cm&#13;
-&#13;
3&#13;
dan water holding capacity tertinggi terdapat pada tahun 2008 dengan nilai rata-rata yaitu&#13;
425,19 % dan terendah pada lahan tahun tanam2013 dengan nilai rata-rata yaitu 290,24 %.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL PHYSICS - SOIL SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>631.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99197</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 10:14:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 11:06:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>