<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99190">
 <titleInfo>
  <title>TANGGUNG JAWAB DEBITOR KETIKA MENYEWAKAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA TANPA PERSETUJUAN TERTULIS KREDITOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INTAN SHANIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Magister Kenotariatan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>TANGGUNG JAWAB DEBITOR DALAM PENYEWAAN OBJEK JAMINAN&#13;
FIDUSIA TANPA PERSETUJUAN TERTULIS KREDITOR &#13;
&#13;
Intan Shania*&#13;
Sanusi**&#13;
Darmawan*** &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan &#13;
Fidusia (selanjutnya di sebut UUJF) menyatakan “pemberi fidusia dilarang mengalihkan,&#13;
menggadaikan, atau menyewakan kepada pihak lain benda yang menjadi objek jaminan&#13;
fidusia yang tidak merupakan benda persediaan, kecuali dengan persetujuan tertulis&#13;
terlebih dahulu dari penerima fidusia.” Namun, praktiknya terdapat permasalahan terkait&#13;
penyewaan objek jaminan fidusia kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari&#13;
kreditor yang dilakukan oleh debitor pada lembaga pembiayaan di Kota Banda Aceh. &#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan tanggung jawab&#13;
debitor yang telah melakukan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum karena telah&#13;
menyewakan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis kreditor, penyelesaian&#13;
sengketa ketika debitor menyewakan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis&#13;
kreditor, dan akibat hukum terhadap debitor yang menyewakan objek jaminan fidusia&#13;
tanpa persetujuan tertulis kreditor.&#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif, dengan terlebih&#13;
dahulu dilakukan kajian terhadap asas-asas dan norma-norma serta bahan pustaka atau&#13;
data sekunder belaka. Sumber-sumber penelitian hukum yang digunakan dalam penelitian&#13;
ini terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier.&#13;
 &#13;
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab debitor &#13;
dilakukan dengan 3 (tiga) cara. Pertama, debitor menggantikan objek jaminan yang&#13;
disewakan/digadaikan. Kedua, debitor sesegera mungkin menyerahkan objek jaminan&#13;
fidusia dan wajib melunaskan sisa kredit. Ketiga, dengan debitor tetap melakukan&#13;
pembayaran utang atau kredit hingga lunas atau melunasi secara maju. Akibat hukum&#13;
debitor yang menyewakan objek jaminan fidusia, secara perdata debitor dikategorikan&#13;
telah melakukan wanprestasi berdasarkan Akad Murabahah dan Surat Kuasa Pembebanan&#13;
Jaminan Fidusia, dan dapat dituntut berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata. Penyelesaian&#13;
sengketa penyewaan obyek jaminan fidusia tersebut dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu&#13;
musyawarah dan melalui Pengadilan Negeri Banda Aceh, namun secara praktik kreditor&#13;
melakukan penarikan objek jaminan fidusia secara paksa dan penyerahan secara sukarela&#13;
oleh debitor, karena kreditor memiliki hak berdasarkan ketentuan di dalam Pasal 27 ayat&#13;
(1) UUJF.&#13;
Diharapkan kepada debitor, untuk menghindari baik perbuatan wanprestasi&#13;
maupun perbuatan melawan hukum dan diharapkan kepada pihak kreditor untuk&#13;
mengatur secara jelas bentuk-bentuk wanprestasi di dalam perjanjian. Selain itu juga,&#13;
kreditur dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang dideritanya ke pengadilan&#13;
terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh debitur, serta kepada kreditor&#13;
seyogianya menyelesaikan sengketa dengan debitor dengan cara musyawarah sesuai&#13;
dengan Perjanjian Pembiayaan Konsumen.&#13;
Kata Kunci : Jaminan Fidusia, Debitor, Penyelesaian Sengketa &#13;
_______________________ &#13;
1&#13;
Mahasiswa &#13;
2&#13;
Ketua Komisi Pembimbing &#13;
3&#13;
Anggota Komisi Pembimbing &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FIDUCIARY TRUSTS</topic>
 </subject>
 <classification>346.059</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99190</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 09:26:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 11:01:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>