<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99147">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAMA PENCAHAYAAN DAN ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN (2,4-D DAN IAA) TERHADAP INDUKSI KALUS DAUN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alya Munira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama pencahayaan dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap induksi kalus daun tanaman nilam secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh yang berlangsung sejak April sampai Agustus 2021. Dua faktor yang digunakan antara lain lama pencahayaan yaitu 12 jam terang+12 jam gelap dan 24 jam gelap yang kemudian dikombinasikan dengan 10 konsentrasi auksin 2,4-D dan IAA yaitu masing-masing sebesar 0 mg L-1,0,25 mg L-1,0,50 mg L-1, 0,75 mg L-1, dan 1 mg L-1.Hasil penelitian menunjukkan kalus daun nilam yang terbentuk pada pencahayaan 12 jam terang + 12 jam gelap sebesar 45 % dan pada 24 jam gelap 43,34%. Penggunaan ZPT 2,4-D memberikan persentase hasil terbaik pada konsentrasi 0,25 mg L-1 2,4-D yaitu sebesar 66,7%. Sedangkan penggunaan ZPT IAA memberikan persentase tertinggi pada konsentrasi 0,75 mg L-1 IAA. Kalus yang muncul pada ZPT 2,4-D berwarna coklat dengan tekstur remah. Sedangkan pada ZPT IAA, kalus yang terbentuk berwarna hijau dan bertekstur kompak. Tidak dijumpai adanya interaksi yang nyata antara kedua faktor lama pencahayaan dengan konsentrasi ZPT auksin (2,4-D dan IAA), namun kalus eksplan terbentuk dengan baik pada keadaan cahaya 24 jam gelap dengan konsentrasi 0,75 mg L-1 IAA serta akar eksplan tanaman nilam terbentuk dengan baik pada keadaan 24 jam gelap dengan konsentrasi 0,75 mg L-1 IAA. &#13;
 Kata Kunci : Auksin, Cahaya, In vitro, Kalus, Nilam&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99147</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-24 20:17:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 09:16:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>