<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98965">
 <titleInfo>
  <title>UJI KETAHANAN BEBERAPA GENOTIPE CABAI (CAPSICUUM ANNUUM L.) HASIL HIBRIDISASI TERHADAP SERANGAN BEGOMOVIRUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DESSY WULANDARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menguji ketahanan beberapa genotipe cabai hasil hibridisasi terhadap serangan Begomovirus. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Saree Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Agustus 2021 sampai Desember 2021. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non dengan 12 perlakuan yang terdiri atas 10 genotipe uji dan 2 varietas tetua. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satuan percobaan pada ulangan terdiri atas 10 tanaman, sehingga diperoleh 360 tanaman. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tanaman dengan pertumbuhan terbaik terdapat pada genotipe F5-1 berdasarkan parameter tinggi tanaman umur 30,45, 60, 75 HST serta tinggi dikotomus umur 45, 60, 75 HST. Tanaman uji yang mengalami serangan virus keseluruhan (100% serangan) terlama yaitu genotipe F5-1 pada umur 120 HST dan genotipe F5-2, F5-3, F5-4, F5-5 pada umur 60 HST. Terdapat beberapa tanaman uji yang menunjukkan gejala serangan ringan pada umur 135 HST yaitu F5-1, F5-2, F5-3, F-4 dan F5-5. Genotipe F5-1 memiliki persentase gejala serangan ringan tertinggi berupa daun keriting kuning sebanyak 30%, daun menguning sebanyak 16,7%, daun menguning penuh sebanyak 6,7%, serangan berat sebanyak 36,7% dan serangan sangat berat sebanyak 10%.&#13;
&#13;
Kata kunci: Tanaman Cabai, Begomovirus, dan Penyakit Daun Keriting Kuning</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98965</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-23 10:47:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-23 11:05:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>