<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98867">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA STRES DAN TINGKAT RESILIENSI PADA MASYARAKAT BANDA ACEH DI MASA PANDEMI COVID-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HERLIS MEIRA DEWI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cepatnya penyebaran COVID-19 di Indonesia disertai dengan masih kurangnya kesiapsiagaan untuk dapat mencegah penyebaran virus menimbulkan berbagai masalah baru yang dapat memunculkan stres. Stres dapat diartikan sebagai keadaan dimana individu merasa tidak mampu mengembangkan kemampuan dalam beradaptasi yang berdampak pada penurunan kondisi psikologis. Namun, untuk individu yang mampu menghadapi berbagai tekanan psikologis selama pandemi COVID-19 akan mampu memunculkan resiliensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres dan tingkat resiliensi pada masyarakat Banda Aceh di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik cluster sampling (sampling area). Responden penelitian berjumlah 348 orang dengan usia 18 tahun keatas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Perceived Stres Scale Modified for COVID-19 (α=0,783) untuk mengukur stres dan Connor-Davidson Resilience Scale (α=0,929) untuk mengukur tingkat resiliensi. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman Rank yang menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara stres dan tingkat resiliensi, dengan nilai koefisien korelasi (r)=-0,417 dengan nilai signifikansi (p)=0,000 (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>150</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98867</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-22 07:02:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-08 10:24:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>