<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98843">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA FAMILY FUNCTIONING DAN SELF-DISCLOSURE PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA TUNGGAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SILVIA ANINDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Orangtua tunggal memiliki peran ganda yang berpengaruh terhadap interaksi dan komunikasi antar anggota keluarga. Interaksi dan komunikasi yang tidak terjalin dengan baik di dalam keluarga akan mengakibatkan terjadinya penurunan kepercayaan dan kedekatan remaja terhadap orangtua tunggal, yang berakibat pada keterbukaan diri (self-disclosure). Kurangnya keterbukaan remaja akan berdampak dan mengarah ke perilaku bermasalah. Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan self-disclosure pada remaja, yaitu dengan menciptakan family functioning yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara family functioning dan self-disclosure pada remaja dengan orangtua tunggal. Sebanyak 80 remaja dengan orangtua tunggal di Banda Aceh terlibat dalam penelitian yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan alat ukur Family Assessment Device dan Revised Self-Disclosure Scale. Hasil analisis korelasi menunjukkan family functioning berhubungan dengan self disclosure, teutama pada dimensi intent to disclose (p=0.009, r=-0,289) dan positive-negative nature of disclosure (p=0,001, r=-0,365). Akan tetapi, family functioning tidak menunjukkan hubungan dengan amount of disclosure (p=0.086, r=-0.193), general depth-control of disclosure (p=0,481, r=-0,080), dan honesty-accuracy of disclosure (p=0,249, r=-0,130).&#13;
Kata kunci : family functioning, self-disclosure, remaja, orangtua tunggal</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADOLESCENT PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>155.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98843</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-21 15:48:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-04 10:39:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>