<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98841">
 <titleInfo>
  <title>EFFECT OF MORINGA OLEIFERA L EXTRACT ON SPERM QUALITY AND TESTIS ACTIN BINDING PROTEIN (ABP) TITER OF DYSLIPIDEMIC ALBINO RATS (RATTUS NOVERGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Rudi Haris Munandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>PROG. PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BEDAH</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Latar Belakang. Dislipidemia telah menjadi epidemi global dan merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia sama seperti sindrom metabolik lainnya. Dislipidemia merupakan faktor risiko infertilitas terkait dengan adanya peningkatan radikal bebas, inflamasi, serta gangguan hormonal (steroidogenesis) yang berdampak pada penurunan kualitas sperma dan kerusakan blood testis barrier (BTB). Penurunan kualitas sperma ditemukan pada 30% kasus infertilitas. Sekitar 50-70 juta pasangan usia subur mengalami infertilitas, dan setiap tahun terdapat penambahan 2 juta kasus. Daun kelor (Moringa oleifera L) memiliki kandungan antiokisdan yang tinggi dan dapat digunakan dalam tatalaksana infertilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian daun kelor terhadap kualitas sperma dan actin binding protein (ABP) testis pada tikus Rattus novergicus model dislipidemia.&#13;
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian post test only control group design. Setelah dilakukan aklimatisasi selama 2 minggu, dilakukan pemberian pakan atherogenik dan perlakuan, dilakukan analisis sperma dan pemeriksaan ABP testis. Analisis data perbedaan antar kelompok dilakukan dengan uji Analisis of variance (ANNOVA) satu arah, kemudian dilanjutkan dengan uji post hoc Duncan. Analisis pengaruh perlakuan dilakukan dengan uji korelasi pearson dan uji regresi linear.&#13;
Hasil. Diet atherogenik dapat menginduksi dislipidemia pada semua kelompok perlakuan. Pemberian daun kelor 800 mg/kgBB/hari secara signifikan meningkatkan kualitas sperma dan ABP testis. Terdapat peningkatan jumlah sperma (126,60 ± 24,64 x 106/mm3), viabilitas (76,49 ± 9,05 %), dan penurunan morfologi abnormal (4,22 ± 2,22 %) pada kelompok perlakuan tersebut. Pemberian daun kelor dan titer ABP memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap jumlah sperma (R = 0,96), motilitas (R&#13;
= 0,93), viabilitas (R = 0,96), dan morfologi sperma (R = - 0,95).&#13;
Kesimpulan. Daun kelor memiliki potensi dalam tatalaksana infertilitas terkait dislipidemia. Ekstrak daun kelor dapat meningkatkan kualitas sperma dan ABP testis. Selain itu, ekstrak daun kelor dan ABP testis memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kualitas sperma.&#13;
&#13;
Kata kunci : Daun kelor, kualitas sperma, jumlah sperma, motilitas, viabilitas, morfologi, actin binding protein, Rattus novergicus&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98841</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-21 15:47:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-21 15:49:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>