<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98827">
 <titleInfo>
  <title>DNA BARCODING UDANG ORDO DECAPODA DI PERAIRAN PESISIR ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT ISNA AFRILLIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakulta Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Udang ordo Decapoda merupakan biota laut yang memiliki sumber protein dan harga jual yang tinggi. Penangkapan udang secara terus menerus di wilayah Perairan Pesisir Aceh tanpa adanya data spesies stok udang akan menyebabkan ancaman terhadap stok udang yang terdapat di Perairan Pesisir Aceh. Sulitnya identifikasi udang secara morfologi menjadi salah satu penyebab sulitnya pendataan spesies udang. Tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi spesies dan menganalisis kekerabatan dari udang ordo Decapoda di Perairan Pesisir Aceh berdasarkan sekuens gen penanda Cythocrome Oxydase Subunit I (COI) mtDNA (mitokondria) dengan menggunakan teknik DNA Barcoding. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Desember 2021 dengan pengambilan sampel di Kecamatan seruway, Aceh Tamiang dan Desa Ujong Baroh, Aceh Barat. Metode ekstraksi DNA dengan menggunakan protokol CTAB yang telah dimodifikasi Sepuluh spesies udang dari 28 sekuens telah berhasil diidentifikasi yakni Alcockpenaepsis hungerfordii, Fenneropenaeus indicus, Kishinouyepenaeopsis cornuta, Metapenaeus affinis, Metapenaeus lysianassa, Penaeus semisulcatus, Parapenaeopsis coromandelica, Solenocera crassicornis, dan Penaeus sp. yang terkelompok dalam tujuh genus yang paling mendominasi adalah Penaeus (36%), Metapenaeus (21%),  Alcockpenaeopsis, Solenocera, Parapenaeopsis (11%), Fenneropenaeus (7%), Kishinouyepenaeopsis (3%). dan dua family (Penaeidae dan Colenoceridae). Rata-rata jarak genetik udang berdasarkan Kimura-2-Parameter anatar spesimen ialah 8,59% untuk tingkat spesies, 22,02% untuk tingkat genus dan 33,78% untuk tingkat famili. Jarak kekerabatan udang yang dihitung menggunakan Distance Method didapatkan jarak terdekat ialah spesies Metapenaeus affinis dengan spesies Solenocera crassicornis (17,41%) dan jarak terjauh adalah spesies  Penaeus monodon dengan spesies Metapenaeus affinis (78,03%). Hasil kontruksi pohon filogenetik menampilkan 3 cabang utama. Melalui hasil adanya penambahan data spesies udang baru yang pertama kali dikaji pada Perairan Pesisir Aceh, dan dari hasil penelitian didapatkan bahwa perlu adanya pengelolaan data yang baik terkait jumlah spesies udang kelompok Decapoda untuk menghindari berkurangnya stok udang dari salah satu spesies udang yang terdapat di wilayah Perairan Pesisir Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci : DNA Barcoding, udang, identifikasi, kekerabatan, spesies, genus, famili&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98827</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-21 13:58:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-21 14:58:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>