<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98789">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SEMIOTIKA LIRIK LAGU “NEGARA LUCU” SEBAGAI MEDIA KRITIK SOSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ATHAILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Musik merupakan salah satu bentuk komunikasi massa. Melalui lirik-liriknya, musik menjadi medium bagi musisi menyampaikan perasaaan yang dirasakan, pendapat, kritik sosial atau hal-hal kejadian yang ditemukan sehari-hari. Enau dalam lagunya yang berjudul “Negara Lucu” mengkritik prilaku masyarakat yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui makna dan jenis kritik sosial yang terdapat pada lirik lagu berjudul “Negara Lucu” karya Enau. Berfokus pada mencari makna dan jenis kritik sosial pada lirik lagu “Negara Lucu” yang hanya terdapat pesan kritik sosial. Teori yang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes dengan pendekatan metode kualitatif deskriptif. Proses menganalisis dalam semiotika Roland Barthes menggunakan konsep signifikasi dua tahap, yaitu tahapan pertama disebut makna denotasi yang merupakan makna paling nyata dan tahapan kedua disebut makna konotasi yaitu makna subjektif. Terdapat juga konsep mitos yang muncul pada signifikasi tataran kedua makna konotasi. Adapun komponen analisis penelitian ini yaitu lirik lagu “Negara Lucu”. Terdapat tiga kritik sosial yang terkandung dalam lirik “Negara Lucu”, yaitu : kritik sosial masalah moral, kritik sosial masalah pendidikan dan kritik sosial masalah ekonomi. Pada kritik sosial masalah moral, penulis lagu menggambarkan orang-orang yang suka menjadi masalah bagi orang sekitarnya. Enau dalam liriknya menyebut orang seperti ini dengan istilah “benalu”. Menggambarkan orang-orang yang berlomba-lomba bergaya mewah untuk mendapatkan perhatian dan pujian dengan cara menyusahkan orang lain. Dalam mengkritik masalah pendidikan. Enau mengkritik orang-orang yang memiliki pendidikan dan pengetahuan tetapi tidak mencerminkan orang-orang terdidik. Pada kritik masalah ekonomi, Enau menyindir dalam lagunya kepada orang-orang yang malas untuk bangkit dan berusaha mencukupi kebutuhannya dan keluarganya, agar tidak menjadi masalah terhadap diri sendiri maupun orang yang menjadi tanggung jawabnya.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kritik Sosial, Negara Lucu, Semiotika, Roland Barthes</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98789</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-20 22:20:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-21 09:38:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>