ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) BERDASARKAN KUALITAS AIR DAN TINGKAT PREVALENSI EKTOPARASIT DI TAMBAK TRADISIONAL KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    KARYA KERJA ILMIAH

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) BERDASARKAN KUALITAS AIR DAN TINGKAT PREVALENSI EKTOPARASIT DI TAMBAK TRADISIONAL KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN.


Pengarang

ELVIRA YULINAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurfadillah - 198409072019032017 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1711102010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

639.31

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kesesuaian lahan tambak menentukan tingkat keberhasilan produksi ikan bandeng. Telah dilakukan penelitian tentang analisis kesesuaian lahan tambak ikan bandeng (Chanos chanos) berdasarkan kualitas air dan tingkat prevalensi ektoparasit di tambak tradisional Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen pada bulan Juni 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan tambak ikan bandeng (Chanos chanos) berdasarkan kualitas air dan tingkat prevalensi ektoparasit di tambak tradisional Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Pemilihan lokasi penelitian berdasarkan keberadaan tambak tradisional ikan bandeng di Kecamatan Jangka yaitu Desa Punjot, Pante Paku dan Meunasah Dua. Metode pengambilan sampel ikan bandeng dilakukan secara purposive sampling berdasarkan ukuran sampel ikan bandeng 11-15 cm sebanyak 15 ekor per tambak dari tiga lokasi. Parameter dalam penelitian ini adalah prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menyerang ikan bandeng serta kualitas air tambak yang meliputi suhu air, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), kecerahan dan kedalaman. Kategori kesesuaian lahan tambak ditentukan menggunakan metode scoring. Parameter kualitas air diberi nilai dan skor untuk dibagi menjadi lima kelas kesesuaian yaitu S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (hampir sesuai), N1 (tidak sesuai) dan N2 (tidak sesuai untuk selamanya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan tambak ikan bandeng (Chanos chanos) di Desa Punjot dan Meunasah Dua tergolong kedalam tingkat kesesuaian S2 (cukup sesuai) dengan total skor 71 dan 68 sedangkan tambak ikan bandeng (Chanos chanos) di Desa Pante Paku tergolong kedalam tingkat kesesuaian S3 (hampir sesuai) dengan total skor 63. Jenis ektoparasit yang ditemukan pada ikan bandeng terdiri dari Unitubulotestis sardae, Argulus sp., Vorticella sp., Apiosoma sp., Lernaea sp., dan Oodinum sp. Nilai prevalensi ektoparasit pada ikan bandeng di Desa Punjot, Pante Paku dan Meunasah Dua secara berurutan adalah 26,6% (kategori sering), 33,3% (kategori umum) dan 13,3% (kategori sering). Intensitas ektoparasit pada ikan bandeng di Desa Punjot, Pante Paku dan Meunasah Dua secara berurutan adalah 1,5 ind/ekor (rendah), 1,4 ind/ekor (rendah) dan 1 ind/ekor (rendah). Parameter kedalaman memiliki korelasi positif yang besar pada komponen pertama sedangkan pH dan salinitas memiliki korelasi negatif yang besar pada komponen pertama. Parameter suhu dan DO memiliki korelasi positif yang besar pada komponen kedua sedangkan kecerahan memiliki korelasi negatif yang besar pada komponen kedua.

Kata Kunci : Lahan tambak, ikan bandeng, kualitas air, prevalensi, intensitas, ektoparasit.

The suitability of the aquaculture pond determines the success rate of milkfish production. Research has been carried out on suitability analysis of aquaculture ponds for milkfish (Chanos chanos) based on water quality and prevalence of ectoparasites in traditional fishponds of Jangka District, Bireuen in June 2021. This research was aimed to determine the suitability analysis of aquaculture ponds for milkfish (Chanos chanos) based on water quality and prevalence of ectoparasites in traditional fishponds. The selection of the research location was based on the existence of traditional milkfish ponds in Jangka District, namely Punjot, Pante Paku and Meunasah Dua. The method used for sampling milkfish was purposive sampling based on the size of milkfish 11-15 cm totaling 15 fish per fishponds from three locations. Parameters in this research were the prevalence and intensity of ectoparasites on milkfish and water quality which included temperature, pH, salinity, dissolved oxygen (DO), visibility and depth. The categorizing of suitability of aquaculture ponds was done by using the scoring method. The water quality parameters were given the value and score the following to be divided into five classes of suitability comprise class S1 (very suitable), S2 (suitable), S3 (conditional suitable), N1 (unsuitable) and N2 (permanently not suitable). The results showed that the suitability of aquaculture ponds of milkfish (Chanos chanos) in Punjot and Meunasah Dua were a S2 level (suitable) with a score of 71 and 68, aquaculture ponds of milkfish (Chanos chanos) in Pante Paku were a S3 level (conditional suitable) with a score of 63. The types of ectoparasites found on milkfish namely Unitubulotestis sardae, Argulus sp., Vorticella sp., Apiosoma sp., Lernaea sp., and Oodinum sp. Prevalence of ectoparasites on milkfish in Punjot, Pante Paku and Meunasah Dua were 26.6% (often category), 33.3% (commonly category) and 13.3% (often category), respectively. The intensity of ectoparasites on milkfish in Punjot, Pante Paku and Meunasah Dua were 1.5 ind/fish (low), 1.4 ind/fish (low) and 1 ind/fish (low), respectively. Depth has a large positive correlation on the first component, while pH and salinity have a large negative correlation on the first component. Temperature and DO have a large positive correlation in the second component, while visibility has a large negative correlation in the second component. Keywords : Aquaculture pond, milkfish, water quality, prevalence, intensity, ectoparasites.

Citation



    SERVICES DESK