<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98729">
 <titleInfo>
  <title>RAGAM PARASIT CACING GASTROINTESTINAL PADA SAPIRNACEH DI KECAMATAN TADU RAYA (PEGUNUNGAN) DAN DIRNKECAMATAN KUALA PESISIR (PESISIR PANTAI)RNKABUPATEN NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TENGKU AREZDA YOANITA PAHLEVI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Infeksi yang disebabkan oleh cacing dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah helmintiasis yaitu penyakit yang disebabkan oleh infestasi cacing yang berada dalam tubuh hewan. Helmintiasis dapat menyebabkan seekor hewan mengalami penurunan berat badan, bulu kusam, anemia, serta gangguan pertumbuhan/reproduksi. Helmintiasis juga sering ditemukan hampir diseluruh bagian tubuh hewan. Jenis cacing yang umumnya menyerang ternak sapi yaitu dari kelas Nematoda, Trematoda dan Cestoda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan ragam infeksi cacing pada sapi aceh di daerah pegunungan dan pesisir pantai dan juga untuk melihat ada tidaknya hubungan antara dua daerah tersebut pada infeksi helmintiasis. Penelitian ini menggunakan 98 sampel feses sapi aceh, 49 sampel feses diambil di daerah pegunungan dan 49 lagi diambil di daerah pesisir pantai secara acak lalu dihomogenkan dengan larutan formalin 10% 1:1  kemudian dibawa ke Laboraturium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala untuk dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan sampel feses sapi Aceh ini menggunakan metode Flotasi, metode Mc Master dan metode Sedimentasi Borray serta menggunakan uji Chi-Square untuk melihat perbedaan infestasi helmintiasis pada dua daerah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% sapi di kedua daerah tersebut positif terinfeksi cacing parasit gastrointestinal. 33 Sampel feses di daerah pegunungan terinfeksi dengan prevalensi sebesar 67,34% dan 41sampel feses di daerah pesisir pantai terinfeksi cacing dengan prevalensi sebesar 83,67%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sapi di daerah pesisir lebih banyak terinfestasi cacing parasit intestinal.&#13;
&#13;
Kata kunci : Sapi (Bos indicus), Kabupaten Nagan Raya, Parasit Cacing Gastrointestinal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98729</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-18 14:18:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-18 14:47:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>