<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98676">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN FAMILY QUALITY OF LIFE (FQOL) PADA KELUARGA DENGAN ANAK DIFABELRNDI KOTA MEDAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WIDYA DARAYANI PURBA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Megister Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kualitas hidup masih menjadi masalah bagi keluarga khususnya kedua orangtua yang memiliki anak difabel. Beberapa  hambatan yang menyulitkan dihadapi oleh anggota keluarga dalam merawat anak difabel dan akan mempengaruhi rendahnya Family Quality Of Life (FQOL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan FQOL. Model Adaptasi Roy digunakan sebagai kerangka teori dengan melihat faktor-faktor stimulus fokal, kontekstual dan residual. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dengan melibatkan 216 keluarga yang merawat anak difabel yang dikumpulkan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan menggunakan chi-square dan Regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan stimulus fokal berupa time of daily care (p=0,000) dan sumberdaya keluarga (p=0,000). Sementara itu, stimulus kontekstual berupa usia (p=0,000), jenis kelamin (p=0,178), danstatus pekerjaan (p=0,048).  Untuk stimulus residual berupa jumlah saudara (p=0,000). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup keluarga pada responden adalah sumberdaya keluarga dengan Odds Rasio (OR) pada variable sumber daya keluarga dengan nilai 316,480 (95% CI : 56,199 – 1782,230) artinya  responden yang sumberdaya keluarganya terpenuhi sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup keluarga pada anak difabel sebesar 316,480 kali lebih adekuat dibandingkan dengan responden yang tidak terpenuhinya sumber daya keluarga. Sumberdaya keluarga yang adekuat akan meningkatkan kualitas hidup keluarga yang lebih tinggi, serta menjadi masukan dalam meningkatkan pengetahuan keluarga difabel.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98676</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-17 13:49:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-17 13:59:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>