<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98674">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DEXAMETHASONE DIBANDINGKAN PETHIDINE TERHADAP DURASI SHIVERING INTRA OPERATIF PADA PASIEN ANESTESI SPINAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dr. Hidayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Pendidikan Dokter Spesialis</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Pendahuluan: Shivering merupakan salah satu komplikasi anestesi spinal yang paling umum terjadi. Kondisi ini menimbulkan beberapa efek merugikan bagi pasien serta mengganggu klinisi dalam memantau tanda vital serta penanda hemodinamik lain selama prosedur operasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbandingan efektivitas Pethidine dan Dexamethasone terhadap durasi Shivering intra operatif pada pasien anestesi spinal.&#13;
Metode: Penelitian ini termasuk studi observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan di instalasi bedah sentral rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Observasi durasi Shivering dengan pemberian Pethidine dan Dexamethasone dilakukan menggunakan stopwatch. Uji Mann-Whitney U test digunakan untuk menilai perbandingan durasi kedua agen anti-Shivering dengan tingkat kepercayaan 95%.&#13;
Hasil: Sebanyak 78 subjek penelitian terlibat dalam penelitian ini dengan rerata usia penderita dengan pemberian Dexamethasone dan Pethidine secara berurutan 38,67 tahun dan 36,41 tahun. kedua kelompok didominasi oleh jenis kelamin perempuan dengan persentase &gt; 50%. Durasi Shivering rerata pada pasien dengan pemberian Pethidine adalah 41 detik, sedangkan dengan pemberian Dexamethasone memiliki rerata 44 detik (p = 0,005).&#13;
Kesimpulan: Terdapat perbedaan durasi Shivering yang bermakna antara penggunaan Pethidine dan Dexamethasone sebagai anti-Shivering pada pasien anestesi spinal. Durasi Shivering intra operatif pada pasien anestesi spinal dengan penggunaan Pethidine lebih singkat dibandingakan dengan pemberian Dexamethasone.&#13;
&#13;
Kata kunci: Shivering, Anestesi Spinal, Pethidine, Dexamethasone.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98674</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-17 13:18:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-17 13:31:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>