HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

DESYA AMALIA FUNNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Asniar - 197811222002122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1812101010043

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.918 52

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dan menular melalui gigitan nyamuk masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang perlu dicegah. Pengetahuan, sikap, dan praktik yang dilakukan individu terkait DBD merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi terjadinya kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan DBD di Kota Banda Aceh. Penelitian ini berdesain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional study yang melibatkan 228 ibu yang dipilih secara proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner self report dan dianalisa dengan menggunakan uji Kruskal Wallis atau uji H. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan (p-value 0,00) mengenai DBD, dan praktik pencegahan (p-value 0,033) di Kota Banda Aceh namun tidak ditemukan hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan sikap (p-value 0,754) mengenai DBD di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendidikan ibu perlu diperhatikan dalam merencanakan intervensi keperawatan komunitas yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan DBD. Perawat kesehatan komunitas perlu melakukan intervensi yang dapat meningkatkan praktik pencegahan DBD di masyarakat, khususnya pada Ibu yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan keluarga. Oleh karena itu, diharapkan perawat dapat berkolaborasi dengan pihak Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Dinas terkait lain dalam pencegahan DBD untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan DBD yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan ibu di masyarakat. Sedangkan untuk meningkatkan sikap ibu, perlu diteliti lebih lanjut faktor yang perlu dijadikan fokus intervensi keperawatan komunitas dalam pencegahan DBD di Kota Banda Aceh.

Kata Kunci: Pencegahan penyakit primer, Demam berdarah dengue, Faktor risiko sosial, Keperawatan kesehatan komunitas

Daftar Pustaka: 26 Buku (2011-2018), 21 Artikel (2016-2021), 1 Skripsi (2017), 11 sumber online (2011-2021), 2 Peraturan (2003-2020), 1 Laporan (2021).

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), caused by the dengue virus transmitted through mosquito bites, is still one of Indonesia's most common public health problems. Knowledge, attitudes, and practices of individuals related to DHF are important factors in preventing DHF. This study aimed to examine the correlation between the level of education with knowledge, attitudes, and practices among mothers in preventing dengue cases in Banda Aceh. This study employed a descriptive correlative design with a cross-sectional approach involving 228 mothers selected through proportional random sampling. The data were collected using a self-report questionnaire and analyzed using the Kruskal Wallis test or H test. The results of data analysis showed a relationship between maternal education level and knowledge about DHF (p-value 0.00) and prevention practices (p-value 0.033). In contrast, the finding suggested no relationship between the level of education and attitudes (p-value 0.754). The results of this study indicate that the level of education must be considered in planning community nursing interventions aimed at increasing knowledge and practice of dengue prevention. Community health nurses are urged to make interventions to improve the practice of preventing dengue in the community, especially for mothers who play a vital role in maintaining family health. Therefore, it is hoped that nurses can collaborate with the Community Health Centers (Puskesmas), Health Agency, and other related agencies in preventing DHF by improving knowledge and practice of DHF prevention adjusted to the level of education of mothers in the community. Meanwhile, to improve maternal attitudes, it is necessary to investigate further the factors that must be the focus of community nursing interventions in preventing DHF in Banda Aceh. Keywords: Primary disease prevention, Dengue hemorrhagic fever, Social risk factor, Community health nursing Bibliography: 26 Books (2011-2018), 21 Articles (2016-2021), 1 Thesis (2017), 11 online sources (2011-2021), 2 Regulations (2003-2020), 1 Report (2021).

Citation



    SERVICES DESK