<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98548">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOLOGI OTOT DADA (MUSCULUS PECTORALIS) AKIBAT PENAMBAHAN AMPAS KELAPA (COCOS NUCIFERA L) PADA AYAM BROILER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ERICA AGUSTIA AMANDA SIREGAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ampas kelapa merupakan limbah hasil samping dari pembuatan santan. Limbah&#13;
pertanian ini tersedia dalam jumlah banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas&#13;
kelapa dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak unggas terutama ayam.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histologi luas fasikulus, diameter&#13;
fasikulus dan jumlah miofibril otot dada pada ayam broiler yang mendapat penambahan&#13;
ampas kelapa dipakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6&#13;
perlakuan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 36 ekor ayam broiler berjenis kelamin&#13;
jantan, setiap perlakuan terdiri dari 6 ekor ayam sebagai ulangan. Parameter yang diamati&#13;
dari penelitian ini yaitu menghitung luas fasikulus, diameter fasikulus dan jumlah miofibril.&#13;
Perlakuan yang diberikan adalah pemberian ampas kelapa non-fermentasi ke dalam pakan&#13;
komersil sebanyak 0% (P0) sebagai kontrol, perlakuan 2 (P1) 10%, perlakuan 3 (P2) 20%,&#13;
perlakuan ke 4 (P3) 30%, perlakuan ke 5 (P4) 40% dan perlakuan ke 6 (P5) 50%. Perlakuan&#13;
diberikan pada ayam umur 15 sampai 35 hari.Ayam dipanen dan disembelih. Daging&#13;
bagian dada dipotong dadu dengan ukuran 1 x 1 x 1 cm, dimasukkan ke dalam wadah yang&#13;
berisi NBF 10%. Dilakukan rangkaian pembuatan preparat histologi dan pewarnaan&#13;
menggunakan Hematoxilin-eosin. Data hasil pengamatan dianalisis secara Deskriptif&#13;
menggunakan data statistik uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan luas fasikulus,&#13;
diameter fasikulus dan jumlah miofibril otot dada pada ayam broiler yang mendapat&#13;
penambahan ampas kelapa dipakan tidak berbeda nyata (P&gt;0.05). Sehingga dapat&#13;
disimpulkan bahwa pemberian ampas kelapa pada pakan ayam broiler tidak mempengaruhi&#13;
luas fasikulus, diameter fasikulus dan jumlah miofibril otot dada ayam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98548</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 10:15:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 10:39:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>