<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98526">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TIME ECHO DAN TIME REPETITION TERHADAP SNR PADA CITRA MRI LUMBAL PENYAKIT NYERI PUNGGUNG BAWAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARMITHA PRADANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Time Echo (TE) dan Time Repetition (TR) merupakan dua faktor parameter waktu dasar yang menentukan dalam Signal to Noise Ratio (SNR) pada citra Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh TE dan TR terhadap SNR pada kualitas citra MRI lumbal penyakit Nyeri Punggung Bawah (NPB). Dalam penelitian ini, data citra sebanyak 45 buah dari 5 orang pasien NPB digunakan untuk mengevaluasi nilai SNR pada masing-masing jaringan, yaitu pada jaringan discus, corpus dan medulla spinalis. Data-data citra tersebut memiliki variasi nilai TE 10 ms, TE 77 ms dan TE 107 ms, serta variasi nilai TR 770 ms, TR 3500 ms dan TR 5250 ms. Evaluasi nilai SNR dilakukan dengan mengukur Region of Interest (ROI) pada pada masing-masing jaringan dengan menggunakan seperangkat komputer pada sistem MRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TE pendek akan menghasilkan nilai intensitas sinyal yang tinggi, sehingga SNR yang diperoleh akan tinggi, sebaliknya, TE panjang akan menghasilkan nilai intensitas yang rendah, sehingga nilai SNR yang diperoleh juga rendah. Pemberian TR yang panjang dapat menghasilkan nilai SNR yang lebih baik, sedangkan pemberian TR yang pendek dapat menghasilkan nilai SNR yang rendah. Selanjutnya, berdasarkan pembobotan T1 TSE (TE 10 ms, TR 770 ms) dihasilkan nilai SNR tertinggi sebesar 267,20 pada jaringan corpus. Berdasarkan pembobotan T2 TSE (TE 107 ms, TR 3500 ms) dihasilkan nilai SNR tertinggi sebesar 281,06 pada jaringan medulla spinalis. Sedangkan dari pembobotan T2 TIRM (TE 77 ms, TR 5250 ms) dihasilkan nilai SNR tertinggi sebesar 349,27 pada jaringan medulla spinalis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai SNR maka kualitas citra yang dihasilkan akan semakin terang.&#13;
Kata kunci : Magnetic Resonance Imaging, Time Repetition, Time Echo, Signal to Noise Ratio, Nyeri Punggung Bawah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98526</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-11 11:16:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-11 14:52:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>