<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98513">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENERAPAN CLINICAL PATHWAY DENGAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syukriadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penerapan clinical pathway sangat penting dalam upaya mengoptimalkan pelayanan dan sebagai alat pendukung akreditasi rumah sakit, tingkat kepatuhan penerapan clinical pathway di Ruang Rawat Inap sudah mencapai 80% tetapi hanya pada diagnosis DBD anak dari 5 diagnosis penyakit lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan penerapan clinical pathway dengan pelaksanaan pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif; korelasi dengan desain cross sectional study. Jumlah populasi 68 responden. Pengambilan sampel secara total sampling yaitu 68 responden. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif, chi-square test dan regresi binary logistic, instrumen penelitian menggunakan kuesioner ICPAT dan kuesioner Servquale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dokumentasi clinical pathway (p=0,004) dan pengembangan clinical pathway (p=0,021) dengan pelaksanaan pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Tidak ada hubungan implementasi clinical pathway (p=0,776), maintenance clinical pathway (p=0,357), dan peran organisasi rumah sakit dalam clinical pathway (p=0,079) dengan pelaksanaan pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa dokumentasi clinical pathway (p=0,003 dan OR; 6.750) merupakan prediktor yang signifikan dan paling dominan berhubungan dibandingkan dokumentasi keperawatan yang tidak menggunakan format clinical pathway dengan pelaksanaan pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Kepada pihak terkait perlu adanya kebijakan, dukungan yang berwujud, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam upaya pengembangan clinical pathway, sehingga implementasi clinical pathway dapat diterapkan pada Ruang Rawat Inap dan diagnosis penyakit lainnya di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98513</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-11 09:45:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-11 09:55:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>