<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98456">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN SEPSIS DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dyah Wahlia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sepsis merupakan suatu disfungsi organ yang mengancam nyawa yang disebabkan&#13;
oleh disregulasi respon host terhadap infeksi. Secara global insiden sepsis&#13;
mengalami peningkatan dengan angka kematian yang terus bertambah. Terapi&#13;
dengan menggunakan antibiotik secara rasional dinilai dapat menurunkan angka&#13;
kematian pada sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas&#13;
penggunaan antibiotik pada pasien sepsis di RSUD Dr. Zainoel Abidin. Penelitian&#13;
ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampling&#13;
dilakukan menggunakan teknik accidental sampling. Rekam medis pada penelitian&#13;
ini berjumlah 100 dimana karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin&#13;
didominasi pasien laki-laki sebanyak 58% dan berdasarkan usia didominasi pada&#13;
rentang usia 56-65 tahun (lansia akhir) yaitu sebesar 26%. Hasil kultur bakteri&#13;
ditemukan bakteri terbanyak adalah Coagulase negative staphylococci 47,6%&#13;
diikuti Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae&#13;
masing-masing sebanyak 12,4%, 8,6% dan 5,7%. Jumlah regimen antibiotik yang&#13;
ditemukan pada penelitian ini 220 regimen, 156 diantaranya merupakan regimen&#13;
antibiotik empiris dan 64 regimen antibiotik definitif. Antibiotik empiris yang&#13;
banyak digunakan yaitu meropenem (37,2%%) dan ceftriaxone (30,1%), sedangkan&#13;
antibiotik definitif yaitu vankomisin (31,3%). Hasil evaluasi rasionalitas&#13;
penggunaan antibiotik pada pasien sepsis diperoleh persentase penggunaan&#13;
antibiotik secara rasional (kategori 0) untuk terapi empiris sebesar 54,5% dan terapi&#13;
defintif 51,6%. Ketidakrasionalitasan penggunaan antibiotik empiris yang paling&#13;
banyak ditemukan yaitu pada penggunaan ceftriaxone dengan kategori IVa (ada&#13;
antibiotik lain yang lebih efektif). Ketidakrasionalitasan penggunaan antibiotik&#13;
definitif yang paling banyak ditemukan yaitu pada penggunaan meropenem dengan&#13;
kategori V (pemberian antibiotik tidak sesuai indikasi). Tingginya tingkat&#13;
rasionalitas penggunaan antibiotik empiris pada pasien sepsis dapat disebabkan&#13;
karena semua golongan antibiotik dapat digunakan untuk pasien sepsis.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98456</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-09 12:47:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-09 12:48:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>