<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9843">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN HORMON OVAPRIM, EKSITOSIN DAN EKSTRAK HIPOFISA AYAM DALAM PEMIJAHAN IKAN SEURUKAN RN(OSTEOCHILUS HASELLTI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gusmar Arfandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
  Usaha pembenihan  ikan air  tawar di Aceh khususnya  ikan seurukan belum &#13;
berkembang,  hal  ini menyebabkan  pasokan  bibit  petani  terkendala,  disamping  itu &#13;
informasi  tentang  teknik  pemijahan  juga    masih  sangat  terbatas.  Penelitian  ini &#13;
bertujuan untuk menguji beberapa  jenis hormon untuk merangsang proses ovulasi &#13;
pada  ikan  seurukan  (Osteochilus  hasselti).  Metode  yang  digunakan  adalah &#13;
eskperimen non faktorial  dengan tiga perlakuan dan setiap perlakuan masing-masing &#13;
tiga ulangan. Hormon yang diuji adalah ovaprim, ekstrak kelenjar hipofisa ayam dan &#13;
eksitosin, penyuntikan hormon terhadap induk ikan dilakukan hanya satu kali dengan &#13;
dosis ovaprim 0,5 ml/BB, hormon eksitosin 1 ml/kg BB dan ekstrak hipofisa ayam &#13;
500 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuntikan dengan ovaprim &#13;
menghasilkan  waktu  latensi  7  jam,  pembuahan  93,33%,  daya  tetas  82,33%  dan &#13;
kelangsungan hidup larva mencapai 80,66%, pada perlakuan ekstrak hipofisa ayam &#13;
waktu  latensi  13  jam,  pembuahan  82,33%,  daya  tetas  69,33%,  dan  kelangsungan &#13;
hidup larva 66,66%, sedangkan penggunaan hormon eksitosin tingkat pembuahannya &#13;
hanya mencapai 45,07% namun tidak ada yang menetas. Berdasarkan hasil tersebut &#13;
dapat  disimpulkan  bahwa  ovaprim  lebih  efektif  merangsang  ovulasi  pada  ikan &#13;
seurukan, namun demikian hasil yang diperoleh pada penggunaan ekstrak kelenjar &#13;
hipofisa ayam juga cukup baik, maka dapat disimpulkan bahwa disamping ovaprim &#13;
sebagai hormon komersil, ekstrak kelenjar hipofisa ayam dapat digunakan  sebagai &#13;
hormon alternatif pada pemijahan ikan seurukan. &#13;
&#13;
Kata kunci: Ikan seurukan, Hormon ovaprim, Eksitosin, Ekstrak hipofisa ayam</note>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - BIOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AQUACULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISH FARMING-FRESHWATER</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>9843</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-10-20 12:24:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-31 10:54:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>