<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98408">
 <titleInfo>
  <title>PRAKTIK BERTANI GARAM TRADISIONAL DI GAMPONG CEBREK, KECAMATAN SIMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fahril Syuhada</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk melihat praktik bertani garam tradisional di lancang Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Pembahasan penelitian ini berfokus pada tindakan-tindakan sosial petani garam dalam mempertahankan eksistensi garam tradisional di Gampong Cebrek ditengah banyaknya garam impor yang beredar. Untuk menganalisa masalah tersebut, peneliti menggunakan Teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil yang ditemukan di lapangan, dalam penelitian ini adanya beberapa bentuk tindakan sosial yang dilakukan petani garam. Pertama, tindakan tradisional berupa meneruskan warisan keluarga, melakukan transaksi barter, menjual dengan berkeliling kampung dan di pasar-pasar tradisional, serta membangun nilai kebersamaan antar petani garam dan lingkungan masyarakat. Kedua, tindakan instrumental berupa menjaga kualitas garam dan memanfaatkan lokasi tambak garam, memperluas jaringan pemasaran, memaksimalkan pengelolaan keuangan untuk mencapai tujuan tertentu. Ketiga, tindakan berorientasi pada nilai berupa pertimbangan pekerjaan yang halal, menghargai warisan, dan rasa tanggung jawab kepada keluarga. Keempat ialah tindakan afektif berupa respon perasaan seperti rasa kecewa, marah dan sedih petani garam yang diakibatkan oleh banyaknya garam impor yang masuk sehingga mempengaruhi garam tradisional yang diproduksi petani garam. Tindakan-tindakan sosial yang dilakukan oleh petani garam merupakan faktor yang menyebabkan garam tradisional di Gampong Cebrek masih bertahan hingga sampai sekarang. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Praktik Bertani Garam, Tindakan Sosial, Eksistensi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIAL ACTION</topic>
 </subject>
 <classification>361.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98408</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-07 17:33:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-08 11:15:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>