<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98371">
 <titleInfo>
  <title>NEPOTISME DALAM PENYALURAN BANTUAN PELAKU USAHA OLEH DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Helma Yuria Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini    bertujuan   untuk    melihat   nepotisme   yang   terjadi   dalam pendistribusian bantuan pelaku usaha dan konflik  yang terjadi antara masyarakat dan  Dinas  Perindustrian,  Perdagangan  ,  Koperasi,  dan  Usaha  Kecil  Menengah. Penelitian  ini  menggunakan  metode  kualitatif  menggunakan  teknik  purposive sampling  dengan  jumlah  6  informan. Metode pengumpulan data yang  digunakan ialah  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi.  Berdasarkan  penelitian    yang dilakukan  menunujukkan  adanya  nepotisme  yang  dilakukan  oleh  pihak penguasa  dan  kepentingan  dalam  penyaluran  bantuan  sehingga  tidak  memberi ruang  bagi  yang  lain  untuk  mendapatkan  kesempatan yang sama. Sehingga hal tersebut menjadi pemicu konflik antara masyarakat dan dinas.  Berdasarkan  teori  yang  digunakan  yaitu  teori  konflik  Ralf  Dahrendorf bahwa nepotisme terjadi karena  adanya  kelas  penguasa  dan  kepentingan.  Adanya  kelas  penguasa  dan dikuasai yang pada akhirnya melahirkan kelas sosial. Adanya pihak ketiga sebagai pihak  kepentingan  yang  memicu  konflik  antara  masyarakat  dan  dinas.  Integritas dan  konsensus  yang  tidak  sempurna  inilah  menciptakan  konflik,  yang  di  mana terjadi pendistribusian yang tidak merata dalam penyaluran bantuan pelaku usaha.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIAL CONFLICT</topic>
 </subject>
 <classification>303.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98371</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-04 11:18:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-04 16:22:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>