<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98357">
 <titleInfo>
  <title>PROFIL PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP PASIEN DENGAN PEMBELIAN ANTIBIOTIK DI APOTEK KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nabilah Shafwat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kurangnya edukasi yang diberikan kepada pasien yang membeli antibiotik menyebabkan pasien menggunakan antibiotik secara tidak rasional. Perlu dilakukan penelitian untuk melihat pendekatan pelayanan informasi obat yang diberikan oleh tenaga kefarmasian kepada pasien dengan pembelian antibiotik di Apotek Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pelayanan informasi obat yang diberikan oleh tenaga kefarmasian di Apotek terhadap pasien dengan pembelian antibiotik di kota Banda Aceh serta mengetahui pelayanan informasi obat apa saja yang diberikan pada pasien dengan atau tanpa resep antibiotik. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang datang ke Apotek dengan tujuan melakukan pembelian antibiotik baik dengan resep maupun tanpa resep dokter di Apotek Kota Banda Aceh. Jumlah Apotek yang diambil adalah sebanyak 8 Apotek. Pengumpulan data diambil dengan pengisian kuisioner, dengan analisis hasil menggunakan metode Guttman. Hasil penelitian menunjukkan profil pelayanan informasi obat terhadap pasien dengan pembelian antibiotik di Kota Banda Aceh mendekati baik dengan persentase 59%. Karakteristik profil pelayanan informasi obat berupa identifikasi nama obat mendekati baik (84,4%), harga obat mendekati baik (86,5%), penggunaan teurapeutik mendekati baik (92,7%), dosis obat mendekati baik (72%), stabilitas penyimpanan mendekati baik (57,3%), frekuensi penggunaan mendekati baik (82,3%),  cara pemakaian antibiotik mendekati baik (88,5%), pelayanan informasi obat untuk antibiotik yang tersisa mendekati baik (71,9%), ketersediaan obat mendekati baik (97,9%), interaksi obat (0%), efek samping (0%), farmakodinamika obat (0%), dan aktivitas yang perlu dihindari selama penggunaan obattidak baik (0%).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRUGS (PHARMACEUTICALS)</topic>
 </subject>
 <classification>615.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98357</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-02 13:51:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-02 15:19:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>