<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98340">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS MEDIA PERBANYAKAN TERHADAP PRODUKSI INOKULAN MIKORIZA GLOMUS SP. DAN ACAULOSPORA TUBERCULATA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DINDA APRILLIA TANZIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fungi mikoriza arbuskula (FMA) merupakan bentuk simbiosis mutualisme obligat antara fungi dengan perakaran tanaman tingkat tinggi. Glomus dan Acaulospora merupakan FMA yang potensial dikembangkan sebagai sumber inokulan pupuk hayati sehingga dibutuhkan media perbanyakan yang sesuai untuk produksinya. Zeolit merupakan bahan mineral terbaik untuk perbanyakan inokulan FMA, namun memerlukan biaya yang mahal dan miskin unsur hara sehingga penggunaan zeolit harus dilengkapi dengan pemupukan an-organik. Selain zeolit, bahan organik diketahui berpotensi sebagai media perbanyakan FMA karena dapat menjadi suplai hara bagi FMA dan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media perbanyakan dalam produksi inokulan fungi mikoriza arbuskula jenis Glomus sp. dan Acaulospora tuberculata. &#13;
	Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non-faktorial dengan lima perlakuan media perbanyakan yang diulang sebanyak tiga kali. Jenis media yang digunakan terdiri atas zeolit (M1), zeolit+vermikompos (M2), zeolit+vermikompos+fungi selulolitik (M3), zeolit+pupuk kandang (M4), dan zeolit+pupuk kandang+fungi selulolitik (M5). Analisis data dilakukan dengan sidik ragam dan uji lanjut BNT pada taraf 5%.&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media perbanyakan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah spora Glomus sp. dan Acaulospora tuberculata serta kolonisasi Acaulospora tuberculata, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kolonisasi Glomus sp. Jumlah spora terbanyak untuk kedua jenis FMA terdapat pada perlakuan zeolit, sedangkan kolonisasi tertinggi diperoleh pada perlakuan zeolit+vermikompos. Hasil ini menunjukkan bahwa zeolit+vermikompos merupakan media alternatif untuk mengurangi penggunaan zeolit dalam produksi inokulan Acaulospora tuberculata.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>98340</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-01 14:31:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-01 14:47:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>