<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98298">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN MINDFULNESS DAN IMPULSIVE BUYING PADA DEWASA AWAL YANG MELAKUKAN BELANJA ONLINE SELAMA PANDEMI COVID-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARAH SALISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Munculnya pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan penggunaan e-commerce. Meningkatnya transaksi belanja online menimbulkan perilaku impulsive buying bagi konsumen yang gemar berbelanja online. Banyaknya pilihan produk yang dijual dan dibeli secara online dalam e-commerce membuat masyarakat tertarik dengan proses belanja secara online. Impulsive buying dicirikan dengan perilaku pembelian yang tidak direncanakan. mindfulness merupakan salah satu faktor yang dapat mengendalikan keputusan individu untuk mengurangi intensitas perilaku impulsive buying. Mindfulness menjadi hal yang penting untuk aktivitas belanja secara online, apabila seseorang tidak benar-benar sadar dalam membeli barang yang dibeli, maka perilaku belanja tersebut dapat menjadi sesuatu yang bersifat otomatis dan tidak memenuhi apa yang sebenarnya dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara mindfulness dan impulsive buying pada dewasa awal yang melakukan belanja online selama pandemic COVID-19. Partisipan penelitian sebanyak 352 dewasa awal di Provinsi Aceh yang pernah melakukan belanja online. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berjenis korelasi. Pengumpulan data menggunakan skala Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) dan Mindfulness Attention and Awareness Scale (MAAS). Hasil analisis Pearson correlation menunjukkan nilai signifikansi (p)= 0,001 (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BEHAVIOR - GENERAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ONLINE SHOPPING</topic>
 </subject>
 <classification>150</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98298</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-24 11:59:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-25 16:11:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>