<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98261">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN PENGENDALI LOGIKA FUZZY PADA ALAT PENGERING BELIMBING WULUH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IRZIKRI NAUFALDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sudah sangat banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan dasar pada masakan. Pada provinsi Aceh sendiri, belimbing wuluh dalam bentuk olahan yang dikenal asam sunti merupakan suatu produk yang sering dijadikan bumbu dapur khas dari Aceh. Asam sunti adalah bentuk olahan yang sudah melalui proses pengeringan dan penggaraman, proses pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air yang ada pada belimbing wuluh. Namun proses pengeringannya masih menggunakan metode tradisional yaitu dengan pemanfaatan panas sinar matahari. Metode tersebut dapat dikatakan kurang efisien dikarenakan beberapa faktor, salah satunya yaitu proses pengeringan sangat bergantung dengan kondisi cuaca dan pengeringan tidak dapat dilakukan selama 24 jam. Sehingga diperlukan sebuah rancangan alat pengering yang mampu mengatasi masalah-masalah tersebut. Pada penelitian ini dilakukan proses pengeringan belimbing wuluh dengan pengendalian suhu dan kelembapan menggunakan sistem kontrol logika fuzzy pada alat pengering belimbing wuluh. Dengan peralatan yang dirancang telah menunjukkan hasil kinerja yang baik dalam menngendalikan suhu, dimana nilai rise time selama 601s (10 menit) dan settling time dapat tercapai dalam 871s (14,5 menit) tanpa adanya overshoot pada sistem. Sistem memiliki respon sistem yang baik pada saat diberi gangguan suhu panas dan gangguan suhu dingin. Sistem telah bekerja dengan baik dalam menstabilkan suhu pada setpoint suhu 45°C dan menjaga kelembapan untuk tetap berada di bawah 50%RH. &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Pengering belimbing wuluh, kendali suhu dan kelembapan, logika fuzzy&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98261</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-22 15:30:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-23 11:11:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>