<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98174">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN GROUP INVESTIGATION PADA PESERTA DIDIK KELAS XI  SMA NEGERI 1 INGIN JAYA ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maqhfirah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kip (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemampuan  berpikir  kritis  merupakan  salah  satu  modal  dasar  atau  modal intelektual  yang  sangat  penting  bagi  setiap  manusia.  Model  pembelajaran  merupakan elemen penting yang dapat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik.  Maka  dari  itu  diperlukan  model  pembelajaran  yang  dapat  meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Kurangnya minat serta ketertarikan belajar peserta didik dalam proses  pembelajaran  cenderung  membuat  peserta  didik  pasif  dan  kurangnya  media penunjang sehingga peserta didik tidak aktif dan berpengaruh terhadap minat peserta didik untuk  mengikuti  proses  belajar.  Model  pembelajaran  yang  mampu  mendukung pembelajaran  konstektual  salah  satunya  adalah  model  Think  Pair  Share  dan  Group Investigation, keduanya mampu membuat peserta didik secara mandiri mencari ilmu yang ada  di  lapangan  secara  mandiri  untuk  meningkatkan  kemampuan  berpikir  kritis.  Tujuan penelitian  untuk  mengetahui  perbandingan  kemampuan  berpikir  kritis  menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan model pembelajaran Group Investigation pada peserta didikk kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kuantitatif  dengan  jenis  penelitian  Quasi  Experiment.  Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample, diambil dua kelas penelitian yaitu kelas XI IPS 1 sebanyak 23 peserta didik dan kelas IPS 2 sebanyak 23 peserta didik. Teknik analisis data  berupa  analisis  kemampuan  awal,  uji  normalitas,  uji  homogenitas,  dan  uji  hipotesis. Data  diolah  menggunakan  rumus  uji-t  dengan  memenuhi  syarat  normal  dan  homogen. Berdasarkan  pengujian  hipotesis  menunjukkan  bahwa  thitung  &gt;  ttabel  sehingga  Ha  diterima dan  tolak  H0.  Dapat  disimpulkan  kemampuan  berpikir  kritis  peserta  didik  yang  diajarkan dengan  model  Think  Pair  Share  lebih  baik  dibandingkan  menggunakan  model pembelajaran Group Investigation. &#13;
Kata kunci : kemampuan berpikir kritis, Think Pair Share, Group Investigation</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98174</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-17 20:43:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-18 09:49:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>