<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98121">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN EDIBLE FILM PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SISMAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Edible film merupakan lapisan tipis yang menyatu dengan bahan pangan, dapat dimakan dan dapat diuraikan oleh mikroorganisme.Komposisi edible film dikelompokkan menjadi tiga yaitu hidrokoloid, lipid dan komposit yang bahan pembuatannya dapat berasal DARI pati sagu.  Edible film merupakan salah satu solusi yang tepat sebagai bahan pengemas makanan yang ramah terhadap lingkungan. Edible film dari pati akan menghasilkan sifat fisik, ketahanan kimia dan sifat mekanik yang sama dengan plastik dan keunggulan lainnya yaitu mampu menahan oksigen dengan baik, memperbaiki flavor, menahan uap air dan menghambat oksidasi lemak. Kelemahan edible film dari pati yaitu mudah sobek atau rapuh dan mudah mengalami hidrasi, untuk mengatasi kelemahan ini dilakukan penambahan plasticizer yaitu gliserol untuk meningkatkan permeabilitas uap air, elastis film dan gas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik edible film pati sagu dan mengkaji pengaruh penambahan gliserol dengan perbedaan konsentrasi terhadap karakteristik edible film bahan dasar pati sagu. &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan metode pengolahan data non faktorial menggunakan aplikasi SPSS. Faktor konsentrasi gliserol terdiri dari taraf yaitu G1 sebesar 0, %, G2 sebesar 2%, G3 sebesar 2,5%, dan G4 sebesar 3% dari total volume larutan pembuatan film. Perlakuan tersebut digunakan sebanyak kali dengan 5 kali pengulangan sehingga diperoleh 20 kali percobaan. Tahapan selanjutnya adalah pengujian ketebalan, kuat tarik, elongasi, uji Ph, transmisi uap air, transparansi dan organoleptik. &#13;
Perlakuan atau konsentrasi yang terbaik pada penelitian ini adalah konsentrasi gliserol 2% dengan nilai ketebalan 0,225 mm, nilai kuat tarik 84 kgf/cm2, nilai elongasi 134,330%, nilai laju transmisi uap air 3,8216 g/m2/jam, nilai pH 7,20, nilai organoleptik warna 1,84, nilai organoleptik aroma 3,72 dan nilai organoleptik rasa 3,71. Hasil pengujian ketebalan, kuat tarik, elongasi dan transmisi uap air pada konsentrasi 2% sudah memenuhi standard Japanese Industrial Standard dan nilai pH yang dihasilkan juga sesuai dengan standar pH saliva mulut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98121</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-16 13:31:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-16 16:13:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>