Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
DETERMINAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA
Pengarang
Teguh Rochmat Maulidi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Taufiq C. Dawood - 197303281998031002 - Dosen Pembimbing I
Miksalmina - 197608052005012001 - Dosen Pembimbing II
M. Shabri - 197110032005011001 - Penguji
Aliasuddin - 196705111992031002 - Penguji
Muhammad Nasir - 197411112003121002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2001201010015
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
330.9
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ketimpangan pendapatan masih menjadi masalah utama yang selalu mengikuti pertumbuhan ekonomi yang di Indonesia. Sektor keuangan yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi harus mendapat perhatian yang lebih. Penyaluran kredit bagi masyarakat desil bawah sangat rendah. Belanja pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan stimulus terhadap keluasan akses masyarakat terhadap peningkatan pendapatan. Inflasi yang berdampak pada kenaikan harga barang yang terus menerus juga dapat membahayakan kondisi ketimpangan pendapatan. Menggunakan estimasi model VECM data panel pada 33 provinsi di Indonesia periode tahun 2010 hingga 2020, disimpulkan bahwa dalam jangka panjang, PDRB per kapita dan penyaluran kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Sedangkan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Dalam jangka pendek, belanja pemerintah daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Implikasi dari penelitian ini menyarankan agar pemerintah dapat memberikan akses yang lebih luas bagi penyaluran kredit masyarakat di desil bawah. Selanjutnya, belanja pemerintah daerah hendaknya dialokasikan untuk kegiatan yang dapat memberikan peningkatan pendapatan masyarakat seperti bantuan sosial dan pelatihan kerja.
Income inequality is still a significant problem that always follows economic growth in Indonesia. The financial sector, the backbone of economic development, should receive more attention. Credit disbursement for the lower decile community is very low. Local government spending is expected to provide a stimulus to the breadth of public access to increased income. Inflation, which impacts the continuous increase in the price of goods, can also endanger the condition of income inequality. Using the VECM model estimation panel data in 33 provinces in Indonesia for the period 2010 to 2020, it is concluded that in the long term, GRDP per capita and credit distribution has a negative and significant impact on income inequality. Meanwhile, inflation has a positive and significant effect on income inequality. In the short term, local government spending has a positive and significant effect on income inequality, while inflation has a positive and significant impact on income inequality. The implication of this study suggests that the government should provide more comprehensive access for credit distribution to people in the lower deciles. Moreover, local government spending should be allocated for activities that can increase people's income, such as social assistance and job training.
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN DI WILAYAH SUMATERA (MAULIZAR SARI, 2020)
PENGARUH E-COMMERCE DAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA (DWIKI DIMAS PRADIPTA, 2024)
PENGARUH PARIWISATA TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI ASSOCIATION OF SOUTHEAST ASIAN NATIONS (ASEAN) (FONNA FAHLEVI, 2018)
PENGARUH INVESTASI, AGLOMERASI INDUSTRI, DAN MODAL MANUSIA TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR WILAYAH DI INDONESIA (MUNAIYA, 2025)
PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN, MODAL MANUSIA DAN AKUMULASI INVESTASI SWASTA TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA (Isthafan Najmi, 2019)