<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98029">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AIDIL FITRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan ekonomi daerah merupakan rangkaian upaya pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengelola sumberdaya dan membentuk pola kemitraan antara sektor swasta dan pemerintah daerah untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam suatu wilayah. Provinsi Aceh mengalami penurunun pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 sebesar 0,37% disebabkan laju pertumbuhan ekonomi pada 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh tidak merata. Pengelompokan kabupaten/kota di Provinsi Aceh berdasarkan indikator kinerja pembangunan ekonomi daerah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola persebaran perekonomian berdasarkan indikator kinerja pembangunan ekonomi daerah. Metode K-means dan Self Organizing Maps (SOM) Kohonen digunakan dalam penelitian ini. K-means merupakan metode yang dapat mengelompokan data dalam jumlah yang cukup besar dengan waktu komputasi yang relatif cepat dan efisien. SOM dapat memberikan informasi melalui pemetaan dalam dua dimensi untuk membantu memahami hubungan di antara sampel yang berbeda. Tujuan pengelompokan dan perbandingan kedua metode tersebut adalah untuk mengetahui karakteristik berdasarkan metode terbaik. Data yang digunakan adalah indikator kinerja pembangunan ekonomi daerah dari kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang terdiri dari 8 variabel. Hasil dari penelitian ini diperoleh 3 cluster dengan metode SOM yang terpilih sebagai metode terbaik berdasarkan perhitungan nilai indeks validitas. Karakteristik dari cluster 1 adalah terdapat satu indikator yang memiliki nilai tertinggi dibandingkan cluster lainnya yaitu tingkat partisipasi angkatan kerja. Cluster 2 memiliki karakteristik dengan empat indikator yang memiliki nilai tertinggi dibandingkan cluster lainnya, di antaranya PDRB per kapita, pengeluaran per kapita, rata-rata lama sekolah, dan angka harapan hidup. Cluster 3 memiliki karakteristik dengan  tiga indikator yang memiliki nilai tertinggi dibandingkan cluster lainnya di antaranya pertumbuhan ekonomi, persentasi penduduk miskin, dan jumlah penduduk.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Cluster, Self-Organizing Maps (SOM), K-Means, Pembangunan Ekonomi, Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CLUSTER ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <classification>519.53</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98029</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-12 23:59:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-05 09:54:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>