<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98013">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP DISTORSI DAN SIFAT MEKANIK BAJA A36 PADA PROSES PENGELASAN MAG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU ARIF FADHILAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pengelasan mengalami pemanasan yang menyebabkan terjadinya perubahan sifat fisis yang berpengaruh terhadap sifat mekanis dari material. Adanya perubahan sifat tersebut maka akan terjadi perubahan kekuatan hasil las yang menyebabkan terjadinya keretakan dan patah pada sambungan, sehingga berpengaruh terhadap keamanan dari konstruksi. Pendinginan menjadi salah satu alternatif untuk memperbaiki dan meningkatkan sifat mekanik pada material pasca pengelasan. Temperatur media pendingin merupakan substansi yang berfungsi untuk menentukan kecepatan proses pendinginan terhadap material yang telah diberikan perlakuan panas dari hasil pengelasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh media pendingin terhadap distorsi dan sifat mekanik pada sambungan las baja ASTM A36. Media pendingin yang divariasikan adalah udara, air biasa, dan air-es. Proses las yang digunakan adalah pengelasan jenis Metal Active Gas (MAG) dengan gas pelindung CO2 dan logam pengisi ER70S-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis media pendingin mempengaruhi kekuatan sambungan pengelasan dari segi distorsi dan ketangguhan impak material ketika menerima beban. Berdasarkan hasil eksperimen diperoleh nilai distorsi paling tinggi dicatat pada media pendingin udara yaitu 3.133 mm pada raw ke2. Kontur dan profil distorsi paling baik terlihat pada pendinginan media udara. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada daerah Heat Affected Zone (HAZ) dan weld metal (WM) terjadi pada penggunaan media pendingin udara dimana pada HAZ nilai kekerasannya sebesar 79,6 HRB dan WM sebesar 85,7 HRB. Hasil pengujian ketangguhan impak didapatkan bahwa pada penggunaan media pendingin air-es mempunyai nilai ketangguhan yang tertinggi sebesar 4,38 J/mm², kemudian diikuti dengan media udara sebesar 3,18 J/mm², dan yang terendah pada penggunaan air biasa sebesar 1,31 J/mm².&#13;
Kata kunci: ASTM A36, las MAG, media pendingin, distorsi, sifat mekanik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WELDING EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <classification>621.977</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98013</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-10 17:24:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-11 09:48:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>