<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97893">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN METODE ARMAX DALAM MERAMALKAN INFLASI ACEH BERDASARKAN PENGARUH EKSPOR DAN IMPOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Silvi Eristiani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dengan terus menerus. Inflasi dalam perekonomian terbuka dipengaruhi oleh situasi perdagangan internasional, yaitu kondisi ekspor dan impor. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan inflasi Aceh dengan melihat pengaruh dari ekspor dan impor Aceh menggunakan pendekatan deret waktu multivariat yaitu model ARMAX. Periode data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Januari 2014 sampai dengan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARMAX terbaik yang layak digunakan untuk meramalkan inflasi Aceh tahun 2020 adalah model ARMAX (2,0,2). Keakuratan hasil ramalan tingkat inflasi menggunakan model ini diduga cukup baik, karena memiliki nilai RMSE dan MAE yang cenderung mendekati 0 serta nilai MAPE yang berada pada kriteria antara 20% sampai 50%. Ketiga nilai tersebut secara berturut-turut adalah 0,2033, 0,0699, dan 25,0476%. Hasil ramalan diduga cukup akurat secara visualisasi sebab terdapat beberapa pola data hasil ramalan yang relatif mengikuti pola data aktualnya. Hasil ramalan inflasi Aceh tertinggi tahun 2020 berdasarkan pengaruh ekspor dan impor diduga terjadi pada bulan Juni yaitu sebesar 0,76%, sedangkan angka inflasi terendah diduga terjadi pada bulan Maret yaitu sebesar -0,21%. Inflasi tersebut tergolong inflasi ringan yaitu inflasi yang berada di bawah 10%. Kondisi ini sama halnya dengan kondisi inflasi yang terjadi pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2019.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MULTIVARIATE ANALYSIS ( ARMAX)</topic>
 </subject>
 <classification>519.535</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97893</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-07 11:11:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-12 10:58:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>