<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97869">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AL KHAUSAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Prarancangan pabrik cocoa butter ini menggunakan bahan baku utama biji ‎kakao hasil fermentasi. Kapasitas bahan baku untuk memproduksi kakao menjadi ‎cocoa butter dan cocoa powder adalah 27.500 ton/tahun dengan masa kerja 330 ‎hari/tahun. Proses yang digunakan dalam rancangan pabrik ini yaitu proses ‎ekstraksi dengan menggunakan pelarut n- heksana. Metode ekstraksi dengan ‎penambahan pelarut organik menghasilkan 99% lemak dapat dipisahkan dari ‎keping biji cokelat. Cocoa Butter yang dihasilkan mengandung tidak lebih dari 5 ‎ppm pelarut organik&#13;
Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) ‎dengan menggunakan struktur organisasi garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja ‎untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah orang. Kampung Natam, Kecamatan ‎Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam dengan luas tanah ‎sebesar 26.400 m2. Dalam memenuhi kebutuhan air suatu industri pada umumnya ‎menggunakan air sumur, air sungai, maupun air laut sebagai sumber untuk ‎mendapatkan air. Dalam perancangan pabrik lemak cokelat ini sumber air ‎diperoleh dari air sungai. Total air yang dibutuhkan pada Pabrik Cocoa Butter ini ‎sebesar 14.132,43 kg/jam.‎&#13;
Dari hasil analisa ekonomi diperoleh:‎&#13;
‎1.‎	Fixed Capital Investment      = Rp. 182.769.915.507.‎&#13;
‎2.‎	Working Capital Investment	‎= Rp. 32.253.514.501‎&#13;
‎3.‎	Total Capital Investment	‎= Rp. 215.023.430.008‎&#13;
‎4.‎	Total Biaya Produksi		‎= Rp 2.267.719.635.864‎&#13;
‎5.‎	Hasil Penjualan		‎= Rp 1,924,475,097,696‎&#13;
‎6.‎	Laba Bersih			‎= Rp 70,865,517,776‎&#13;
‎7.‎	Break Event Point (BEP)‎		‎= 25,2%‎&#13;
‎8.‎	Pay Out Time (POT)‎		‎= 4 tahun.‎&#13;
Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis diatas, maka dapat disimpulkan ‎bahwa prarancangan pabrik lemak cokelat dari biji cokelat ini layak dilanjutkan ke ‎tahap konstruksi.‎&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97869</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-04 18:18:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-07 11:30:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>