<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97858">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PENGANGGURAN PADA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tarmizi Zulkifli Abdurachman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi kedua di negara-negara Association of South East Asian Nation (ASEAN), hal tersebut harus menjadi perhatian bagi pembuat kebijakan dalam upayanya mengurangi tingkat pengangguran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat (2). Pengangguran dalam perspektif ekonomi makro berkutat pada teori permintaan tenaga kerja dimana keuntungan (kerugian) perusahaan akan menjadi kunci apakah perusahaan akan menambah tenaga kerja atau mengurangi tenaga kerja. Dengan menggunakan analisis regresi data panel pendekatan Fixed Effect dan Random Effect Model, dan menggunakan data-data dari Industri besar dan sedang (IBS) sebanyak 24 sektor industri periode tahun 2008 sampai 2018, industri kecil (IK) dan industri mikro (IM) sebanyak 23 sektor industri periode tahun 2010 sampai tahun 2019, disimpulkan bahwa tenaga kerja bekerja berpengaruh signifikan terhadap output industri pada IBS, IK, dan IM, investasi dalam negeri berpengaruh signifikan terhadap output industri pada IK dan IM, dan output industri hat berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran pada IBS, IK, dan IM, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran pada IK. Pemerintah harus mampu memanfaatkan aliran modal dari investasi luar negeri dan dalam negeri secara efisien agar mampu memberikan pengaruh terhadap tingkat pengangguran, selain itu dalam melaksanakan kebijakan upah minimum pemerintah harus melakukan penegakan dan penerapan aturan upah minimum secara maksimal dan melakukan negosiasi yang baik dengan serikat kerja. Hal ini dilakukan agar perusahaan sebagai labor demander dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal dan masyarakat sebagai labor supplier mendapatkan kesejahteraan yang layak melalui upah yang mereka terima.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>331.137</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97858</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-04 14:57:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-01 10:07:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>