<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97857">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KOMPETENSI INTERKULTURAL PADA MAHASISWA MANCANEGARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LIDRA PRATIWI TANJUNG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mahasiswa mancanegara yang melanjutkan studi di Indonesia akan dihadapkan dengan berbagai perubahan dalam aspek kehidupannya, salah satunya karena adanya perbedaan budaya. Sebagai mahasiswa internasional, mahasiswa yang tinggal di luar negeri biasanya mengalami tantangan di tahun pertama mereka sehingga mereka dituntut untuk memiliki kemampuan menghadapi tekanan, stres, dan kompetensi interkultural. Kompetensi interkultural merupakan kemampuan kognitif, afektif, dan perilaku yang secara langsung membentuk komunikasi interkultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kompetensi interkultural pada mahasiswa mancanegara. Melalui pendekatan kuantitatif, sebanyak 30 mahasiswa mancanegara yang berkuliah di perguruan tinggi di Banda Aceh terpilih dalam sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Brief Resilience Scale (α = 0.141) untuk mengukur resiliensi dan Wesleyan Intercultural Competence Scale (α = 0.819-0.978) untuk mengukur kompetensi interkultural. Hasil analisis data dengan menggunakan teknik  korelasi rank Spearman memperoleh nilai signifikansi p= 0.325 (</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-04 14:37:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-07 09:34:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>