<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97807">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN HIDROLOGI DAN PENANGANAN BANJIR PADA SUNGAI KRUENG JAMBO BALEE KABUPATEN ACEH TIMUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MOHD. GHIFARY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banjir merupakan salah satu peristiwa alam yang kerap terjadi di Indonesia. Sungai Krueng Jambo Balee Kabupaten Aceh Timur merupakann salah satu contoh daerah yang mengalami permasalahan banjir yang terjadi sejak 2017. Permasalahan banjir ini terjadi tepatnya pada ruas badan jalan (ROW) Jambo Balee yang merupakan jalur perlintasan jaringan pipa gas dan kabel PT. Medco E&amp;P Malaka, Blok A. Pada lokasi ini, air sering melimpas ke atas badan jalan pada saat musim hujan tiba yang disebabkan oleh ketidakmampuan gorong-gorong eksisting meneruskan aliran sungai. Oleh karena itu, maka dilakukan kajian hidrologi dan pemodelan banjir untuk memprediksi debit banjir, tinggi muka air banjir, dan upaya penanganannya. Data hujan selama 8 tahun mulai dari tahun 2013 sampai 2020 dihitung untuk menemukan nilai debit banjir rencana dengan periode ulang rencana yaitu 2, 5, 10, 25, dan 50 tahun. Besaran debit banjir yang didapat untuk masing-masing periode ulang adalah Q2th = 10,12 m3/det, Q5th = 18,90 m3/det, Q10th = 26,85 m3/det, Q25th = 39,82 m3/det, dan Q50th = 52,00 m3/det. Pemodelan profil muka air banjir dilakukan dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.1 sesuai dengan besaran debit banjir di atas. Pada kondisi eksisting dimana gorong-gorong berbentuk bulat dengan dimensi diameter D = 1,5 m dan panjang L = 6 m, gorong-gorong tidak mampu mengalirkan aliran sungai sehingga terjadinya pembendungan aliran dan melimpas di atas ROW dengan tinggi genangan mencapai 0,15 m pada periode ulang 2 tahun. Hasil dari pemodelan tersebut digunakan untuk merancang bangunan penanganan banjir rencana berupa gorong-gorong berbentuk persegi dengan dimensi lebar B = 3 m, tinggi H = 3 m, dan panjang L = 6 m dengan elevasi ROW rencana +38 m. Pada kondisi gorong-gorong rencana tersebut, debit banjir sudah dapat dialirkan sampai periode ulang 50 tahun, dengan selisih antara muka air banjir dan permukaan ROW sebesar 0,72 m di bawah elevasi ROW rencana. &#13;
&#13;
Kata Kunci: 	Banjir, ROW Jambo Balee, pemodelan banjir, HEC-RAS, gorong-gorong.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97807</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-03 13:15:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-03 14:44:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>